Berita Jawa Tengah

Kudus Deflasi 0,03 Persen Sepanjang September 2021, Berikut Penyebabnya Menurut BPS

Ketika dihitung secara keseluruhan dari Januari sampai September 2021, Kudus terjadi inflasi sebesar 0.62 persen. 

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Kepala BPS Kudus Rahmadi Agus Santosa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Perkembangan ekonomi di Kabupaten Kudus pada September 2021 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.

Deflasi yang terjadi ini merupakan keempat kalinya sepanjang Januari sampai September 2021.

"Ini merupakan deflasi keempat."

"Deflasi tiga kali sebelumnya terjadi pada April, Juni, dan Juli 2021."

"Juni dan Juli 2021, deflasi karena Kudus tinggi sekali, kasus Covid-19," ujar Kepala BPS Kabupaten Kudus, Rahmadi Agus Santosa kepada Tribunbanyumas.com, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Di Tangan Warga Dawe Kudus, Spon Limbah Sepatu Disulap Jadi Siluet Wajah. Harga Mulai Rp 250 Ribu

Baca juga: 50 Ton Kertas di Pabrik Kertas di Kudus Terbakar, Api Diduga Muncul Akibat Cuaca Panas dari Gesekan

Baca juga: Waspada! Kudus Berpotensi Diguncang Gempa Hingga 6 SR dari Sesar Kendeng

Baca juga: Hore! 300 Anak Yatim di Kudus Dapat Hadiah Sepeda dari Lazisnu

Agus mengatakan, deflasi yang terjadi pada September 2021 ini disebabkan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pengeluaran kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 
0,42 persen.

"Terjadi over produksi."

"Misalnya telur daging ayam tetapi daya serap masyarakat rendah."

"Jadi permintaan kecil tapi produksi tinggi."

"Kemudian selain telur ada cabai merah, rawit, daging ayam ras, dan bawang."

"Makanya cabai yang setinggi langit harga terjun bebas," kata dia.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,31 persen.

"Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,31 persen."

"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen, kelompok transportasi sebesar 0,07 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen," tandasnya.

Sementara ketika dihitung secara keseluruhan dari Januari sampai September 2021 Kudus terjadi inflasi sebesar 0.62 persen. 

Kemudian tingkat inflasi tahun ke tahun September 2021 terhadap September 2020 sebesar 1,45 persen.

"Biasanya kalau pertumbuhan ekonomi bagus harus inflasi."

"Cuma inflasi ada patokannya jangan terlalu tinggi," kata dia. (*)

Baca juga: Dinsos Banjarnegara Masih Layani Kebutuhan Kursi Roda, Sampai Detik Ini Sudah Salurkan 337 Unit

Baca juga: Gunakan PLTS, Ponpes Tanbihul Ghofilin Banjarnegara Bisa Berhemat Tagihan Listrik PLN hingga Separo

Baca juga: Basri Harus Jalani 7 Bulan Penjara, Inilah Babak Akhir Kasus Pencemaran Nama Baik Kodim Tegal

Baca juga: Rekomendasi DPRD Kota Tegal - Hentikan Sementara Proyek Kawasan City Walk, Harus Ada Studi Dahulu

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved