Breaking News:

PON Papua 2021

Tim Sepak Bola Jateng Pulang Tanpa Bawa Medali PON Papua, Asprov PSSI Jateng Minta Maaf

Ketua Asprov PSSI Jateng Edi Sayudi meminta maaf kepada warga Jateng lantaran timnya gagal membawa pulang medali dalam PON XX 2021 Papua.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK PRIBADI
Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Edi Sayudi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Tengah Edi Sayudi meminta maaf kepada warga Jateng lantaran timnya gagal membawa pulang medali dalam PON XX 2021 Papua.

Bermain di Stadion Mandala Jayapura, tim sepak bola putra Jateng polesan duet pelatih Eko Riyadi-M Irfan harus angkat koper usai kalah di laga pamungkas grup B melawan tim dari Sulawesi Selatan.

"Pemain, pelatih, dan ofisial sudah bekerja keras. Kalau sampai tim ini tersisih, salahkan saya sebagai pimpinan di PSSI Jateng. Saya minta maaf pada masyarakat Jateng."

"Saya juga berterima kasih atas kerja keras tim. Inilah sepak bola, dalam sebuah kompetisi hanya satu yang juara, yang lainnya pasti tersisihkan," kata Edi dalam pesan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Masuk di Grup Neraka PON Papua, Ini yang Disiapkan Tim Sepak Bola Jateng

Baca juga: Kick Boxing Paling Banyak Peroleh Medali di PON Papua, Ganjar: Jadi Trigger Buat Atlet Lain

Baca juga: Tim e-Sports Jateng Lolos ke Final Eksibisi PON Papua 2021, Ganjar: Keren dan Membanggakan

Baca juga: Minta Doa Restu, Atlet Muay Thai Jateng Cuci Kaki Orangtua sebelum Berangkat ke PON XX Papua

Terkait berbagai macam tudingan yang dialamatkan kepadanya atas kegagalan tim Jateng, Edi tidak tersinggung. Dia berterima kasih atas kritikan tersebut.

Meski begitu, Edi menengarai, berbagai tudingan tajam yang diarahkan kepada dirinya terkait Kongres Asprov PSSI Jateng yang akan dilaksanakan pada akhir Desember 2021 nanti.

Di mana, dalam kongres tersebut, akan memilih ketua Asprov PSSI Jateng untuk periode selanjutnya.

"Sebab, sudah beberapa kali saya mendapatkan kritik tajam. Selain soal sepak bola PON juga soal denda klub yang belum terselesaikan. Yang saya sayangkan, informasi itu tanpa dikonfirmasi terlebih dahulu kepada saya," ucapnya.

Menurutnya, ia tidak alergi dengan kritik sepanjang untuk membangun. Namun, jangan untuk kepentingan tertentu yang terlihat sekali sangat tendensius untuk menyerang pribadinya.

Baca juga: Warga Tumanggal Purbalingga Geger, Temukan Motor Tergeletak di Kebun tapi Pengendara Hilang

Baca juga: Ruang Ganti Stadion Manahan Solo Rusak Usai Laga PSG Pati vs PSCS Cilacap, Ini Kata Wali Kota Gibran

Baca juga: Cerita Dibalik Kamp Isolasi Gerwani Era G30S di Batang: Sukarni Kecil Suka Nonton Mereka Main Wayang

Baca juga: Gudang Shopee Express di Pejaringan Jakarta Utara Terbakar, Begini Nasib Barang Pesanan Konsumen

Meski begitu, Edi tak mau ambil pusing. Dia akan fokus pada pekerjaan dan tugas-tugas di Asprov PSSI Jateng yang semakin banyak pasca-melandainya Covid-19.

"Masih banyak pekerjaan untuk pembinaan sepak bola Jateng yang butuh perhatian khusus. Bulan Oktober ini, akan digelar Liga 3 Jateng, kita fokus ke situ."

"Juga, tugas-tugas lain. Saya mencoba mengurus sepak bola secara benar dan on the track. Pengalaman di masa lalu di PSSI Jateng tidak boleh terulang kembali," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved