Breaking News:

PON Papua

Minta Doa Restu, Atlet Muay Thai Jateng Cuci Kaki Orangtua sebelum Berangkat ke PON XX Papua

Prosesi sujud di hadapan orangtua dan mencuci kaki untuk meminta restu, mewarnai pelepasan tim Muay Thai Jateng sebelum berangkat ke PON XX Papua.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Seorang atlet muay thai Jateng bersujud dihadapan orangtua saat meminta doa restu dalam acara pelepasan Tim Muay Thai Jateng menuju PON XX Papua, di Dojo Forki di Komplek Olahraga Jatidiri Kota Semarang, Minggu (19/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Prosesi sujud di hadapan orangtua dan mencuci kaki untuk meminta restu, mewarnai pelepasan tim Muay Thai Jateng sebelum berangkat ke PON XX Papua, Minggu (19/9/2021).

Isak tangsi pun pecah dan membuat suasana di Dojo Forki, di Komplek Olahraga Jatidiri, Kota Semarang, berubah menjadi haru.

Dalam prosesi tersebut, secara khusyuk, setiap atlet mencuci kaki orangtua sambil meminta maaf dan meminta doa restu.

Saat itulah, air mata para atlet dan orangtua bercucuran. Bahkan, saking tak kuasanya menahan haru, beberapa orangtua langsung memeluk erat putra-putrinya yang akan berlaga ke Papua tersebut.

Satu di antaranya, Yemi, ibu asal Cilacap, yang menghadiri pelepasan Tim Muay Thai Jateng.

Baca juga: Pamit Bupati, Dua Atlet Sragen Minta Hadiah Jadi PNS saat Pulang dari PON XX Papua Nanti

Baca juga: Jelang PON Papua, Spiderwoman Asal Grobogan Ini Target Bawa Pulang Emas

Baca juga: 35 Atlet dan Pendamping Asal Banyumas Perkuat Tim Jateng di PON Papua 2021, Berikut Nama-namanya

Baca juga: Masuk di Grup Neraka PON Papua, Ini yang Disiapkan Tim Sepak Bola Jateng

Bak melepas putrinya menuju medan perang, wanita 59 tahun itu berlinangan air mata.

Yami mengaku sangat terharu ketika mendengar putrinya akan berangkat ke Papua, 23 September mendatang.

"Tinggal beberapa hari lagi, putri saya bertandang ke Papua, saya merasa haru. Hanya doa yang bisa saya panjatkan untuk kelancaran putri saya bertanding," kata Yemi di sela acara.

Sebagai seorang ibu, Yemi mendukung penuh perjuangan sang putri berlaga di PON XX Papua.

"Saya selalu mendukung putri saya berkegiatan. Bahkan, saya pernah nekat naik sepeda motor tujuh jam lebih, dari Cilacap ke Semarang, untuk mendukung anak saya berlatih," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved