Penanganan Corona

Semoga Tidak Terjadi di Kota Tegal, Jangan Sampai Ada Sekolah Abai Protokol Kesehatan

Sejak awal berlangsungnya PTM, Disdikbud Kota Tegal sudah meminta masing-masing sekolah untuk melaporkan hasil cek suhu tubuh para siswa. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Disdikbud Kota Tegal meminta pihak sekolah yang sudah melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan

Hal itu merespon ditemukannya klaster penyebaran Covid-19 dalam PTM di Jawa Tengah. 

Baca juga: Capaian Vaksinasi Kota Tegal Sudah 90 Persen, Dedy Yon: Akhir Oktober Bisa 99 Persen

Baca juga: Evaluasi Pembukaan Bioskop di Kota Tegal: Masih Banyak Warga Enggan Unduh Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: Pemkot Tegal Serahkan Dana Hibah Keagamaan, Totalnya Rp 4,7 Miliar, Berikut Rincian Peruntukannya

Baca juga: Hore! Tes PCR Sistem Layanan Tanpa Turun Bakal Dibuka di RSUD Kardinah Kota Tegal. Segini Harganya

Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan PTM berlangsung lancar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Tercatat ada 18 SMP yang sudah melangsungkan PTM. 

Fahmi mengatakan, sejak awal berlangsungnya PTM, pihaknya pun sudah meminta masing-masing sekolah untuk melaporkan hasil cek suhu tubuh para siswa. 

Hasil pemeriksaan suhu tubuh tersebut tiap harinya wajib dilaporkan ke Disdikbud Kota Tegal

"Jadi itu setiap masuk dan pulang dicek serta dicatat."

"Itu untuk memantau perkembangan kesehatan siswa," kata Fahmi kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (22/9/2021). 

Antisipasi berikutnya, menurut Fahmi, masing-masing sekolah juga diimbau untuk mendeteksi aktivitas keluarga siswa. 

Barangkali ada keluarga siswa yang baru saja melakukan perjalanan dari luar kota. 

Jika ada, siswa tersebut disarankan untuk belajar dari rumah terlebih dahulu. 

Fahmi berharap, PTM terbatas yang baru diperbolehkan untuk jenjang SMP ini dapat berjalan lancar. 

Supaya bulan depan jenjang pendidikan lainnya seperti SD, TK, dan PAUD dapat melangsungkan PTM. 

"Program vaksinasi juga terus berjalan."

"Saat ini kami sedang menggenjot vaksinasi pelajar di jenjang SD yang sudah masuk usia 12 tahun," ungkapnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: JS Kembali Katakan Menyesal, Warga Gemeksekti Kebumen Ini Pernah Dipenjara Kasus Narkoba

Baca juga: Melihat Proses Pembuatan Garam di Tlogopragoto Kebumen: Air dari Samudera Hindia Diuapkan Lewat Pipa

Baca juga: Cilacap dan Brebes Misalnya Jadi Sorotan Gubernur Ganjar, Jadi Daerah Terendah Capaian Vaksinasi

Baca juga: PGN Siap Kembangkan Regasifikasi di Cilacap, Pemkab Berharap Proyek Bakal Serap Tenaga Kerja Lokal

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved