Breaking News:

Berita Semarang

Manfaatkan Daun Sutra Soka, Pemuda di Semarang Ini Buat Bros Kupu-kupu Siap Tembus Pasar Eropa

Agus Nursodiq (33) nampak sibuk menyiapkan perlengkapan membuat bros kupu-kupu di Pesantren dan Rumah Kebudayaan Surau Kami, Banyumanik, Semarang.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Agus Nursodiq tengah merampungkan pembuatan bros kupu-kupu berbahan daun sutra soka di teras sebuah Pesantren dan Rumah Kebudayaan Surau Kami, di Jalan Tusam Raya Nomor 26, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (17/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Agus Nursodiq (33) nampak sibuk menyiapkan perlengkapan membuat bros kupu-kupu di Pesantren dan Rumah Kebudayaan Surau Kami, di Jalan Tusam Raya Nomor 26, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (17/9/2021).

Satu per satu peralatan di dalam tas rangsel berwarna cokelat tua, dia keluarkan.

Tak berapa lama, perhatian dan fokusnya tertuju pada bros kupu-kupu di tangannya.

Bros karya Agus ini tak sembarangan. Apalagi, bahan dasar yang digunakan bukan pada umumnya. Dia membuat bros dari daun sutra soka.

Pemuda 33 tahun asal Kendal itu memilih daun sutra soka bukan tanpa alasan.

Baca juga: Begini Reaksi Ganjar Lihat Siswa Lagi Berkerumun, Terjadi di SMPN 33 Semarang

Baca juga: Selamat Kepada Dosen Teknik Sipil Polines Semarang, T Herry Ludiro Wahyono Jadi Ketua PII Jateng

Baca juga: Kota Semarang Bakal Punya Empat Rumah Sakit Baru, Masih Proses Pembangunan

Baca juga: 3000 Pedagang Mi dan Bakso di Semarang Dapat Vaksin Covid, Tempat Jualan Akan Dipasangi Stiker

Peraih juara dalam ajang Technopreneur di Kendal pada 2013 silam itu, mengungkapkan, daun sutra soka mudah ditemukan di permukiman.

"Ya, dari pada hanya berguguran dan terbuang lalu dibakar, lebih baik saya manfaatkan untuk membuat kerajinan," jelasnya.

Meski hanya dari daun, namun karya Agus telah tersebar ke beberapa daerah di Jateng dan Jabar, semisal di Kudus, Demak, Kota Semarang, Kabupetan Semarang, Kendal, Bandung dan beberapa daerah lain.

Bahkan, produk kreatifnya juga akan dipasarkan ke Eropa.

"Rencananya seperti itu, tujuan pemasaran ke Eropa seperti Switzerland dan beberapa negara lain. Kebetulan, ada koneksi ke sana," papar Agus sembari merampungkan brosk buatannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved