Berita Semarang
3000 Pedagang Mi dan Bakso di Semarang Dapat Vaksin Covid, Tempat Jualan Akan Dipasangi Stiker
Sebanyak 3.000 pedagang mi dan bakso di Kota Semarang mengikuti vaksinasi di Mal Tentrem Semarang, Selasa (14/9/2021).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak 3.000 pedagang mi dan bakso di Kota Semarang mengikuti vaksinasi di Mal Tentrem Semarang, Selasa (14/9/2021). Vaksinasi bagi pedagang mi dan bakso ini berlangsung selama dua hari, sejak Senin (13/9/2021).
Sekjen Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) Indonesia, Bambang Haryanto mengatakan, dari 3.000 pedagang mi dan bakso yang mengikuti vaksinasi di Kota Semarang, 80 persen di antaranya merupakan warga Semarang.
Sedangkan, 20 persen lainnya, dari daerah penyangga Kota Semarang.
"Kalau secara keseluruhan, anggota Papmiso Jawa Tengah ada 20 ribu. Namun, jatah vaksin baru 3.000. Jadi, masih kurang sekitar 17 ribu," sebut Bambang.
Baca juga: Belum 24 Jam Pulang dari Rumah Sakit, Operator Tempat Karaoke Argorejo Semarang Meninggal di Wisma
Baca juga: Hore! Peserta Seleksi P3K Kota Semarang Bisa Tes Antigen Gratis di Puskesmas Terdekat
Baca juga: Jelang Musim Penghujan, Tujuh EWS Mulai Disiagakan, Berikut Titik Sebarannya di Semarang
Baca juga: Pemkot Semarang Tidak Fasilitasi Vaksinasi Peserta CPNS, Hendi: Masa Rp 80 Ribu Nunggu Subsidi
Dikatakan, vaksinasi bagi Papmiso di Semarang ini merupakan ke-10 setelah sebelumnya dilakukan di Jabodetabek dan Bandung.
Setidaknya, sudah ada 13 ribu pedagang mi dan bakso yang divaksin Covid-19.
Pihaknya akan berupaya bekerjasama dengan setiap pemerintah daerah untuk melakukan vaksinasi kepada para pedagang mi dan bakso di masing-masing wilayah.
"Anggota Papmiso yang sudah divaksin nanti akan diberi stiker penanda. Ada beberapa kriteria untuk bisa mendapatkan stiker, di antaranya harus prokes di tempat jualan, jaga jarak, sirkulasi udara bagus, dan harus vaksin," sebutnya.
Menurutnya, pedagang bakso harus mengikuti vaksinasi untuk percepatan pemulihan ekonomi khususnya sektor kuliner.
Pasalnya, selama PPKM, cukup banyak anggota Papmiso yang hampir gulung tikar dan menghentikan produksinya karena tidak dapat menutup biaya.
Dia mencontohkan, di Jabodetabek, tercatat ada 5.000 pedagang yang memutuskan menghentikan sementara usahanya lantaran penurunan omzet hampir mencapai 90 persen.
"Makanya, saya menggerakan vaksinasi. Ini supaya bergerak lagi ekonominya," ucapnya.
Ketua Papmiso Jawa Tengah Lasiman menambahkan, ada sekitar 600 pedagang mi dan bakso di Kota Semarang yang gulung tikar selama PPKM.
Hal itu karena aturan pemerintah sangat ketat, antara lain, tidak membolehkan konsumen makan di tempat.
Begitu pula, banyaknya akses masuk kampung yang ditutup juga menyulitkan pedagang bakso keliling untuk berjualan.