Breaking News:

Berita Kendal

Lewat Program Rumah Komunitas, Impian Idris Punya Rumah Pribadi Terwujud. Cukup Bayar Iuran Lahan

Pada 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Kendal merealisasikan pembangunan 170 unit rumah komunitas di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto bersama DPUPR meninjau langsung pembangunan rumah komunitas di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Minggu (29/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Tingginya angka keluarga yang belum memiliki tempat tinggal di Kabupaten Kendal menjadi perhatian khusus pemerintah setempat.

Pada 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Kendal merealisasikan pembangunan 170 unit rumah komunitas di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri.

Bangunan rumah tipe 36 dengan luas lahan 60 meter persegi ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah.

Ahmad Idris (49), satu di antara warga yang belum memiliki rumah mengatakan, sudah bertahun-tahun ia mendapatkan memiliki rumah pribadi.

Keterbatasan penghasilan membuat niatnya harus diurungkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

"Selama ini, saya tinggal dalam satu rumah bersama dua keluarga lain. Jadi, ada tiga keluarga di dalam satu rumah. Sudah lama ingin punya rumah sendiri, baru kesampaian," terangnya, Minggu (29/8/2021).

Baca juga: Penerapan Belajar Tatap Muka Terbatas di Kendal, Dico: Sehari Dibagi Tiga Shift

Baca juga: Forpek Temui Bupati Kendal, Ngadu Sekaligus Minta Kelonggaran PPKM, Musthakim: Biar Kami Hidup Lagi

Baca juga: Pemuda asal Jambean Kendal Tewas setelah Ditemukan di Kebun dengan Wajah Lebam

Baca juga: Harga Resmi Tes Swab PCR: RSI Kendal Rp 480 Ribu, RS Baitul Hikmah Rp 495 Ribu

Idris mengaku lega karena keinginannya akan segera terwujud di usianya yang memasuki 50 tahun.

Ia dan 169 warga lain cukup membayar biaya pengadaan 1,8 hektare lahan secara swadaya.

Sedangkan pengadaan bangunan rumah, dibiayai pemerintah pusat dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, senilai Rp 13 miliar.

"Semoga, rumah ini bermanfaat untuk saya dan teman-teman semua," harap Idris.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto menerangkan, pembangunan rumah komunitas ini sempat terkendala pengadaan lahan.

Usai dilantik menjadi bupati, Dico meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang memberi solusi supaya rumah komunitas bisa dibangun di Kendal pada 2021.

"Alhamdulillah, sudah bisa dilakukan pembangunan 170 rumah untuk masyarakat yang belum memiliki rumah. Termasuk, infrastruktur dan air bersih. Ini untuk komunitas masyarakat di Penyangkringan, Weleri," terangnya.

Dico berharap, pembangunan rumah komunitas ini bisa dikembangkan di 20 kecamatan lain di Kabupaten Kendal.

Dengan itu, angka keluarga yang belum memiliki rumah di Kendal bisa ditekan semaksimal mungkin.

"Kami akan dorong pembangunan serupa di wilayah Kabupaten Kendal. Masyarakat swadaya lahan, saling bantu. Untuk bangunannya, dibiayai pemerintah," tuturnya.

Baca juga: Wisatawan Mulai Kunjungi Baturraden Banyumas, Pengelola Tolak Pengunjung dari Luar Daerah

Baca juga: Tiga Toko di Jalan Pekojan Kota Semarang Terbakar, Api Bersumber dari Ledakan Trafo Listrik

Baca juga: Polda Jawa Tengah Perketat Perbatasan, Masuk Jateng Kini Wajib Vaksin dan Tes Negatif Antigen

Baca juga: Bermain di Sungai dan Embung, Tiga Bocah di Sragen Tewas dalam Sepekan

Kepala DPUPR Kendal Sugiono menambahkan, saat ini, pembangunan rumah komunitas di Penyangkringan sudah berjalan 20 persen.

Nantinya, calon penghuni 170 rumah bantuan pemerintah ini akan mendapatkan fasilitas air bersih, instalasi pengolahan limbah, MCK komunal, tempat pengelolaan sampah 3R, dan infrastruktur jalan.

"Targetnya, akhir tahun ini pekerjaan harus selesai. Kami akan terus lakukan pengawasan melalui konsultan dan pengawas pembangunan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kendal Noor Fauzie mengatakan, selain membangun rumah baru untuk masyarakat kurang mampu, program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) tetap berjalan dengan target 2.500 unit pada 2021.

Selain di Penyangkringan, juga dibangun rusunawa MBR di Kelurahan Kebondalem, Kota Kendal. Rusunawa ini juga diperuntukkan bagi masyarakat yang belum punya rumah.

Anggarannya bersumber dari APBD, bantuan dari provinsi, dan juga alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

Pembangunan ini diharapakan dapat menekan angka masyarakat Kendal yang belum memiliki rumah dan rumah tidak layak huni, yang mencapai 90.000 keluarga.

"Memang masih banyak RTLH di Kendal, terutama keluarga yang belum punya rumah mencapai 50.000 keluarga. Kami coba programkan secara bertahap," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved