Penanganan Corona
Forpek Temui Bupati Kendal, Ngadu Sekaligus Minta Kelonggaran PPKM, Musthakim: Biar Kami Hidup Lagi
Forpek yang diketuai Musthakim itu meminta kelonggaran kebijakan Bupati Kendal agar usaha yang digeluti masing-masing pelaku usaha bisa hidup kembali.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Forum Penyelenggara Event Kendal (Forpek) mengadu ke Bupati Dico M Ganinduto seiring penurunan angka Covid-19 dalam dua pekan terakhir.
Forpek yang diketuai Musthakim itu meminta kelonggaran kebijakan Bupati Kendal agar usaha yang digeluti masing-masing pelaku usaha bisa hidup kembali.
Seperti contoh pelaku usaha tenda dan alat pesta, tata rias, sound system, foto dan video, dekorasi, catering, hingga veneu.
Baca juga: Harga Resmi Tes Swab PCR: RSI Kendal Rp 480 Ribu, RS Baitul Hikmah Rp 495 Ribu
Baca juga: Pemuda asal Jambean Kendal Tewas setelah Ditemukan di Kebun dengan Wajah Lebam
Baca juga: Buntut Dangdutan di Kebonagung, 50 Warga Jalani Tes Swab PCR di Mapolres Kendal
Baca juga: Tiga Warga Kebonagung Kendal Dievakuasi, Positif Covid seusai Acara Dangdutan HUT RI
Musthakim menjelaskan, ada 7 sektor pelaku usaha yang masih diusahakan agar mendapat kebijakan dari kepala daerah.
Dari 7 sektor itu, diperkirakan menampung 2.500 pelaku usaha yang tergabung dalam Forpek.
Pihaknya berharap, Bupati Kendal memberikan kelonggaran atas kebijakan pengetatan kegiatan selama pandemi Covid-19 berlangsung.
Dengan itu, para pelaku usaha event tetap bisa berkarya dengan pembatasan seperti pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sektor perdagangan yang sudah mendapatkan kelonggaran kebijakan.
"Selama ini belum ada kebijakan yang solutif bagi kami."
"Kami berharap ada kelonggaran kebijakan yang dituangkan dalam bentuk surat edaran atau inbup."
"Itu agar usaha kami bisa jalan kembali setelah berhenti 1,5 tahun," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (25/8/2021).
Wakil Ketua Forpek, Irham Danu menambahkan, selama ini pelaku usaha event belum mendapatkan kebijakan yang solutif, yang bisa meringankan beban keluarga pelaku event.
Sementara usaha mereka harus berhenti total yang berimbas pada kosongnya penghasilan.
Kata Irham, mandeknya event hiburan selama ini membuat para pelaku event banting setir pada usaha lain.
Bahkan, lanjutnya, ada sebagian yang sudah menjual alat-alat usahanya, dan sebagian gulung tikar.
Jika ini terus berlangsung, mereka khawatir akan ada lebih banyak lagi pelaku event di Kabupaten Kendal yang bangkrut.