Berita Banyumas
Wisatawan Mulai Kunjungi Baturraden Banyumas, Pengelola Tolak Pengunjung dari Luar Daerah
Sejak dilakukan uji coba pembukaan, Sabtu (28/8/2021), sejumlah wisatawan mulai mendatangi Lokawisata Batturaden.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pedagang dan juru parkir di Lokawisata Baturraden mulai dapat tersenyum. Sejak dilakukan uji coba pembukaan, Sabtu (28/8/2021), sejumlah wisatawan mulai mendatangi tempat wisata tersebut.
Memang, jumlah wisatawan tak seramai sebelum ada pandemi karean aturan batasan 20 persen kapasitas pengunjung.
Namun, kondisi ini disyukuri pelaku usaha di kawasan tersebut.
Seperti yang dirasakan Suwarso (55), tukang parkir di Terminal Baturraden.
"Kemarin, waktu tutup, sama sekali tidak ada pendapatan, paling ada, cuma Rp 10 ribu-Rp 50 ribu. Alhamdulillah, sudah dibuka lagi. Setidaknya, ada orang parkir mobil, sehari dapat Rp 200 ribu," katanya saat ditemui, Minggu (29/8/2021).

Ia berharap, tempat wisata Baturraden tidak ditutup lagi lantaran penghasilannya sangat bergantung pada sektor wisata.
"Kalau tidak buka, tidak ada pengunjung dan tidak ada yang parkir," terangnya.
Sementara, Kepala UPTD Lokawisata Baturraden Kusmantono mengungkapkan, pembukaan tempat wisata tersebut disambut antusias pengunjung.
Bahkan, pihaknya terpaksa menolak wisatawan lantaran berasal dari luar Banyumas.
"Otomatis, pengunjung tersebut ditolak untuk masuk," katanya.
Berdasarkan aturan, selama uji coba, wisatawan yang boleh berkunjung hanya warga Banyumas. Pengunjung pun harus sudah divaksin Covid-19.
"Nah, tadi ada orang dari Bekasi, jadi tidak bisa masuk. Hari ini, ada sekitar 100 pengunjung yang masuk," tambahnya.
Baca juga: Besok, Lokawisata Baturraden Mulai Uji Coba Dibuka. Hanya untuk Wisatawan Lokal yang Sudah Vaksin
Baca juga: Kasus Covid Turun, Wakil Bupati Banyumas Berharap Tempat Wisata Boleh Segera Dibuka
Baca juga: Berlasan Ingin Jemput Pacar, Pemuda di Banyumas Malah Jual Motor Pinjaman. Berakhir di Kantor Polisi
Baca juga: Bupati Temukan Penyebab Banyumas Masih Berstatus Level 4 PPKM: Terjadi Delay Input Data
Pengelola wisata mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Termasuk, penggunaan aplikasi Mas Bassid dalam penjualan tiket masuk.
Meski telah dibuka lagi, Kusmantono pesismistis bisa memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) yang tahun ini dipatok Rp 7,3 miliar.