Breaking News:

Berita Purbalingga Hari Ini

Mantan Camat Purbalingga Resmi Jadi Tersangka, Kasus Korupsi Pengelolaan APBD Rp 424 Juta

Penetapan tersangka berdasarkan surat B/1586/M.3.23./FD/08/23/2021 dan saat ini dilakukan penahanan di Rutan Kelas IIB Purbalingga selama 20 hari. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
RM (55), tersangka tindak pidana korupsi dalam pengelolaan APBD di kantor Kecamatan Purbalingga, saat akan dibawa ke Rutan Kelas IIB Purbalingga, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kejari Purbalingga akhirnya menetapkan mantan Camat Purbalingga, RM (55) atas tindak pidana korupsi pengelolaan dana APBD senilai Rp 424 juta. 

Penetapan tersangka berdasarkan surat B/1586/M.3.23./FD/08/23/2021 dan saat ini dilakukan penahanan di Rutan Kelas IIB Purbalingga selama 20 hari. 

Tersangka adalah seorang mantan Camat Purbalingga yang bertugas sejak 2017 sampai 2020. 

Kasi Intelijen Kajari Purbalingga, Indra Gunawan mengatakan, berdasarkan fakta yang dihimpun tim kejaksaan, ditemukan adanya pola pengelolaan anggaran yang tidak sesuai ketentuan. 

Baca juga: Menkop UKM Teten Masduki Puji Kutabawa Purbalingga, Ekspor Buncis Kenya Lewat Koperasi

Baca juga: 70 CPNS Formasi 2019 Purbalingga Ikuti Latsar, Bupati: Jangan Sekadar Lulus, Harus Punya Integritas

Baca juga: 3 Bulan, Residivis di Purbalingga Ini Lakukan 8 Kejahatan. Tertangkap Saat Curi Motor Penjual Tahu

Baca juga: Modal Telepon Pintar, Ibu-ibu Kampung Marketer Purbalingga Raup Penghasilan hingga Rp 16 Juta/Bulan

"Tindak pidana dana APBD sejak menjabat Camat dengan total kerugian negara Rp 424 juta," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (23/8/2021). 

Dalam perkembangannya tersangka telah mengembalikan sebagian dari uang yaitu Rp 100 juta. 

Indikasi kerugian daerah adalah penyalahgunaan APBD Kecamatan Purbalingga sejak 2017-2020.

Kasi Intel menjelaskan, penetapan tersangka kasus tersebut sedikit lama karena penyidik ingin menghimpun secara pasti terkait kerugian. 

"Perhitungannya kecil-kecil sehingga harus hati-hati indikasikan kerugian negara," katanya. 

Terkait pasal yang disangkakan, dan tuntutan, pihaknya masih berembug setelah bukti lain dikumpulkan kembali.  

"Berdasarkan keterangan tersangka, uang itu dinikmati untuk tersangka sendiri keperluan pribadi," ungkapnya. 

Sebelumnya sempat diberitakan dugaan tindak pidana korupsi ini adalah berdasarkan laporan masyarakat melalui pengaduan secara online.

Atas laporan tersebut, kemudian Kejari Purbalingga menyelidiki atas dugaan tindak pidana korupsi di Kecamatan Purbalingga tersebut. (*)

Baca juga: Bertahan Kurang dari Dua Hari, Bayi Kembar Siam di Tegal Akhirnya Meninggal

Baca juga: Bayi Kembar Siam Lahir di RSUD Dr Soeselo Slawi Tegal, Terdeteksi Sejak Kehamilan 4 Bulan

Baca juga: Gubernur Ganjar: Ada Tiga Saran Kelola Bila Jateng Dapat Tambahan Alokasi Vaksin

Baca juga: 38 Napiter Nusakambangan Mengucap Ikrar Setia ke NKRI, KemenkumHAM Jateng: Keberhasilan Luar Biasa

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved