Berita Semarang
Disdik Kota Semarang Jamin Pendidikan Anak Yatim Piatu akibat Covid, Ini Bantuan yang Disiapkan
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memastikan, anak yatim piatu yang ditinggal mati orangtua karena Covid-19 tidak mengalami masalah pendidikan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memastikan, anak yatim piatu yang ditinggal mati orangtua karena Covid-19 tidak mengalami masalah pendidikan.
Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri menyampaikan, pihaknya akan membantu mereka apabila ada yang belum mendapatkan sekolah.
Jika mereka ingin pindah ke sekolah negeri atau sekolah swasta yang gratis, Disdik akan mencarikan.
"Pada prinsipnya, jangan sampai anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19 terhambat sekolahnya," ujar Gunawan, Minggu (22/8/2021).
Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Lempar Batu di Jalur Semarang-Kendal, Tertangkap di Taman Lele
Baca juga: Semarang Zoo Andalkan Simpanan untuk Biaya Pakan Satwa Koleksi, Sebulan Capai 180 Juta
Baca juga: Sediakan Jasa Short Time, Kos Mewah di Pedurungan Kota Semarang Disegel Satpol PP
Baca juga: Dua Hari Tak Keluar Kamar, Pak Mbong Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Rejomulyo Kota Semarang
Menurutnya, program bapak asuh sudah berjalan sejak dulu. Anak akan tetap bisa bersekolah.
Jika masih kesulitan, pihaknya akan menggratiskan biaya sekolah.
Disdik juga akan mengusulkan anak yatim piatu karena Covid-19 agar mendapatkan beasiswa.
Gunawan mengatakan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga sangat peduli terhadap masyarakat Kota Semarang, apalagi yang terdampak Covid-19.
"Kemarin, Pak Wali dan Bu Wakil memberi bantuan kepada siswa-siswi yang ditinggal orangtua meninggal karena Covid-19 berupa santunan dan sembako," sebutnya. (*)
Baca juga: Jangan Lewatkan Bulan Biru Mulai Petang Ini, Bisa Disaksikan hingga Dini Hari Nanti
Baca juga: Minta Maaf, Pendaki Gunung Sindoro Akui Pura-pura Sakit Demi Konten Tiktok
Baca juga: Buntut Dangdutan di Kebonagung, 50 Warga Jalani Tes Swab PCR di Mapolres Kendal
Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu di Karanganyar Mulai Dibuka, Kuota Per Hari 300 Pendaki Per Jalur