Berita Kudus
Insentif Nakes di Kudus Dikabarkan Dipotong, Dinkes: Itu Tidak Elok
Insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19 di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dikabarkan dipotong.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19 di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dikabarkan dipotong.
Bahkan, kasus ini tengah ditangani Polda Jawa Tengah.
Terkait dugaan pemotongan insentif itu, Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Kudus menyayangkannya.
Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo mengatakan, memotong insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 itu tidak pantas.
Terlebih, insentif di rumah sakit sudah di atas rata-rata pegawai lain.
"Memotong insentif nakes yang menangani Covid itu jeruk makan jeruk, itu tidak elok," ujarnya, Sabtu (21/8/2021).
Baca juga: Alhamdulillah, Tunggakan Insentif Tahun 2020 untuk Nakes Kudus Sudah Dibayar. Capai Rp 9,3 Miliar
Baca juga: Data Kematian Akibat Covid di Kudus Tercatat 51 Kasus Per Hari, Begini Penjelasan Dinkes
Baca juga: Siska Yakin, Janinnya Dalam Kondisi Baik setelah Terima Vaksin Covid di Puskesmas Kaliwungu Kudus
Baca juga: Kamis Pembagian Nasi Buka Luwur Makam Sunan Kudus, Didistribusikan Melalui Pihak Desa
Apalagi, bila oknum yang melakukan pemotongan sudah mendapatkan insentif cukup besar.
"Akeh jeh kurang akeh (banyak masih kurang banyak-red). Sungguh truwelu (terlalu-red)," selorohnya.
Menurutnya, besaran insentif direksi RSUD Kudus, setiap bulannya, setara dengan empat ekor kerbau.
"Lumayan gede, setiap bulan bisa kurban empat ekor kerbau, jika setiap bulan diubah Iduladha," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, pemotongan insentif itu dilakukan untuk pemerataan agar semua nakes memperoleh insentif.
Menanggapi kabar tersebut, Badai menilai, niat memotong insentif itu tetaplah merupakan tindakan kriminal.
"Apapun, memotong hak orang dan yang dipotong tidak menerimakan, itu kriminal," ujar dia.
Jika alasannya ketimpangan kesejahteraan, Badai menyarankan, seharusnya, manajemen memotong insentifnya sendiri.
"Kenapa manajemen melihat kesenjangan pendapatan tidak memotong insentifnya sendiri yang cukup tinggi agar yang lainnya kebagian kesejahteraan," ujar dia.
