Breaking News:

Berita Kudus

Data Kematian Akibat Covid di Kudus Tercatat 51 Kasus Per Hari, Begini Penjelasan Dinkes

Data kematian Covid-19 di Kabupaten Kudus dalam sehari mencapai 51 kasus. Data itu diunggah di laman corona.kuduskab.go.id, yang diperbarui Kamis.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Data kematian Covid-19 di Kabupaten Kudus dalam sehari mencapai 51 kasus. Data itu diunggah di laman corona.kuduskab.go.id, yang diperbarui Kamis, 19 Agustus 2021, pada pukul 12.00 WIB.

Data yang diunggah tersebut merupakan data kasus harian yang diperbarui setiap hari.

Lonjakan kasus kematian sampai angka 51 kasus itu tentu mencengangkan.

Padahal, saat meledaknya kasus Covid-19 di Kudus pascalebaran, angka kematian yang tercatat dalam sehari tidak sampai 50 kasus.

Di dalam laman tersebut juga tercantum bahwa angka kasus baru melonjak 104 kasus. Namun, angka kasus aktif justru turun, dari 34 kasus menjadi 26 kasus.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kudus Badai Ismoyo, mengatakan, lonjakan kasus kematian dan kasus aktif yang diunggah merupakan sinkronisasi data.

Baca juga: Siska Yakin, Janinnya Dalam Kondisi Baik setelah Terima ‎Vaksin Covid di Puskesmas Kaliwungu Kudus

Baca juga: Kamis Pembagian Nasi Buka Luwur Makam Sunan Kudus, Didistribusikan Melalui Pihak Desa

Baca juga: Makna Bubur Asyura di Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus: Dibuat dari 9 Bahan, Ada sejak Nabi Nuh

Baca juga: Lagi, Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal. Disembunyikan di Gabus dalam Bagasi Bus

Dia mengakui, ada keterlambatan input data kasus aktif maupun angka kematian karena hasil tes PCR pasien baru keluar belakangan.

Berhubung belum masuk dalam kategori kasus kematian positif Covid-19, akhirnya, setelah hasil tes keluar dan dinyatakan positif maka terjadilah penumpukan angka kasus kematian.

"Setelah positif, baru dimasukkan karena bertumpuk, akhirnya belum dimasukkan. Kurang lebih, sebanyak 51 sampai 60 itu," kata Badai saat ditemui di kantornya, Jumat (20/8/2021).

"Mulai 21 hari yang lalu, delay (terlambat) memasukkan data. Terjadi rekapitulasi sampai saat kemarin terjadi selisih data. Jadi, data secara keseluruhan benar. Cuma ada data kematian yang belum te-record," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved