Breaking News:

Berita Bisnis

1.691 Karyawan Garuda Indonesia Setuju Pensiun Dini, Imbas Krisis Keuangan yang Belum Teratasi

Krisis keuangan yang berlangsung di PT Garuda Indonesia belum juga teratasi. Terbaru, mereka terpaksa memangkas jumlah karyawan.

Editor: rika irawati
Kompas.com/dok. Instagram @garuda.indonesia
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Krisis keuangan yang berlangsung di PT Garuda Indonesia belum juga teratasi. Terbaru, mereka terpaksa memangkas jumlah karyawan. Akibatnya, 1.691 karyawan setuju dipensiun dini.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, efisiensi pada jumlah karyawan ini dilakukan untuk mengimbangi minimnya jumlah penerbangan.

Saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan proses pensiun dini sejumlah karyawan.

"Perseroan dengan berat hati namun tetap melakukan langkah-langkah yang kita sebut rasionalisasi SDM (sumber daya manusia)," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Yenny Wahid Pamitan, Tak Lagi Jadi Komisaris Garuda Indonesia, Alasannya Biar Keuangan Sehat

Baca juga: Garuda PHK 700 Karyawan Kontrak Per 1 November, Pendapatan Turun Akibat Wabah Covid-19 Jadi Alasan

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Termahal Rp 550 Ribu, Hasil Diketahui Maksimal 1x24 Jam

Baca juga: Diserbu Pertanyaan Anak-anak Cilongok Banyumas soal Tugas Presiden, Ini yang Bikin Jokowi Tertawa

Perusahaan penerbangan plat merah itu menawarkan program pensiun dalam dua tahap, yang diikuti 1.691 karyawan.

Tahap pertama di 2019, diikuti 591 karyawan. Dan, tahap kedua, pada 2021, diikuti sebanyak 1.100 karyawan.

Irfan mengatakan, proses penyelesaian program pensiun dini tahap dua masih berlangsung.

Pembayaran hak karyawan akan dilakukan secara bertahap, mempertimbangkan kondisi dan kemampuan perusahaan.

Setidaknya, pada program kedua ini, perusahaan butuh dana sekitar 30 juta dollar AS.

"Program tahap kedua ini membutuhkan dana sekitar 30 juta dollar AS yang akan dilaokasikan dari dana operasional perusahaan tiap bulannya," imbuh dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved