Berita Semarang

Warga Lerep Semarang Berduka, Kehilangan Bripka Broto: Beliau Sering Membayari Listrik Tempat Ibadah

Polres Semarang dan warga Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, berduka.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK WARGA
Almarhum Bripka Boto (depan, empat dari kanan), anggota Bhabinkamtibmas Polres Semarang saat foto bersama warga Desa Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Polres Semarang dan warga Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, berduka. Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa tersebut, Bripka Broto, berpulang, Minggu (25/7/2021).

Kehadiran Bripka Broto begitu membekas di benak warga. Pasalnya, semasa hidup, almarhum yang sehari-hari menjadi pembina warga setempat, dikenal baik serta memiliki jiwa sosial tinggi.

Bahkan, diam-diam, Bripka Broto rutin membayar tagihan listrik tempat ibadah setempat, baik gereja maupun masjid.

"Soal siapa yang membayar tagihan listrik, itu dulu sempat membuat saya bingung. Masak ya malaikat, pikir saya, dan baru ketahun kemarin setelah beliau meninggal, yang punya usaha konter cerita ke saya," ungkap Kepala Desa Lerep, Sumaryadi, kepada Tribunbanyumas.com, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Toko Jamu Cacing Ini Lagi Diserbu Pembeli, Lokasinya di Ungaran Semarang, Pesan Harus Via WhatsApp

Baca juga: Pembangunan Jateng Valley di Hutan Penggaron Ungaran Dimulai, Ganjar: Harus Berorientasi Lingkungan

Baca juga: Banyak Hotel Terancam Gulung Tikar di Kabupaten Semarang, Imbasnya Karyawan Kena PHK

Baca juga: Presiden Jokowi Kirim Tiga Ribu Paket Beras, Buat Warga Terdampak di Kabupaten Semarang

Sumaryadi bercerita, sejak menjabat sebagai kepala desa pada periode pertama, tahun 2007, citra kepolisian di desanya sangat negatif.

Tetapi, almarhum Bripka Boto, dengan gaya humoris, kemudian dapat membaur dengan masyarakat dan lambat laun mengubah citra negatif tersebut.

Ia menambahkan, selain memiliki jiwa sosial tinggi, personal almarhum dapat cepat beradaptasi dengan siapapun.

Karena, lanjutnya, karakter masyarakat Desa Lerep terbagi menjadi dua, sebagian di lereng Gunung Ungaran, relatif keras.

"Dan beliau bisa pendekatan, jadi akrab, mengubah, mau membantu setiap masalah warga. Dusun Indrokilo yang termasuk pelosok dan sering terjadi bencana, masih ada pemuda suka mabuk dan berjudi, juga disambangi," katanya.

Dia mengungkapkan, sekira 13.000 penduduk Desa Lerep seluruhnya mengenal almarhum, mulai siswa TK sampai orang dewasa.

Jika dahulu, warga enggan berfoto dengan polisi, pada sosoknya, justru rebutan ingin bersalaman.

Tidak hanya itu, Bripka Boto juga dikenal suka membantu sesama, mulai orang dengan ganguan jiwa (ODGJ), masalah pengurusan KTP, termasuk aktif di kegiatan sosial bersama warga.

"Orang jompo saja kenal, saya yang Kades justru tidak tahu. Nah, ini istimewa bagi saya, anak-anak yang suka nakal akhirnya bisa berkurang, tidak mabuk, pelan-pelan diberi edukasi," ujarnya.

Sumaryadi mengaku sangat kehilangan atas kepergian almarhum, selain sosok yang inspiratif, juga dekat seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Jadi Runner Up Grup C, Praveen/Melati Melaju ke Perempat Final Bulu Tangkis di Olimpiade Tokyo

Baca juga: Pemerintah Beri Bantuan Rp 1,2 Juta kepada UMKM Penerima Baru, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

Baca juga: Kasus Baru dan Kematian akibat Covid Turun Signifikan, Bupati Kudus: Mestinya Sudah Masuk Level 2

Baca juga: Bikin Resah Warga Lewat Aksi Balap Liar, 16 Pemuda Diamankan Tim Sparta di Ring Road Mojosongo Solo

Bahkan, kata dia, secara ekonomi Bripka Boto dinilai anggota polisi sederhana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved