Selasa, 14 April 2026

Berita Jawa Tengah

Banyak Hotel Terancam Gulung Tikar di Kabupaten Semarang, Imbasnya Karyawan Kena PHK

Dampak perpanjangan PPKM Darurat atau Level 4 membuat pelaku usaha terkait bidang pariwisata terancam gulung tikar. 

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Ketua Pengurus Cabang PHRI Kabupaten Semarang, Fitri Rizani. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Penerapan PPKM Darurat yang diperpanjang menjadi PPKM Level 4 dikeluhkan pelaku usaha perhotelan di Kabupaten Semarang

Ketua Pengurus Cabang PHRI Kabupaten Semarang, Fitri Rizani mengatakan, dampak perpanjangan PPKM Darurat atau Level 4 membuat pelaku usaha terkait bidang pariwisata terancam gulung tikar. 

"Saat ini PPKM Darurat sangat memberatkan kami dari sektor usaha perhotelan maupun restoran, lebih-lebih perhotelan."

"Saat ini satu pengunjungpun tidak datang yang kami pikirkan adalah karyawan."

"Pemerintah membuat kebijakan, tapi tidak ada stimulus," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Kota Semarang Mulai Disalurkan, Penerima Wajib Vaksin Covid sebelum Pencairan

Baca juga: Perayaan Hari Anak Nasional Kota Semarang Diwarnai Kabar Duka: 578 Anak Positif Covid, 5 Meninggal

Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Berakhir Nangkring di Median Jalan Depan Polsek Bergas Semarang

Baca juga: Cerita Pemilik Bisnis Peti Mati di Semarang di Tengah Pandemi: Banyak Pesanan tapi Belum Dibayar

Menurutnya, pelaku usaha restoran maupun perhotelan tidak keberatan dengan kebijakan pemerintah, baik PPKM Darurat atau lainnya.

Tetapi, lanjutnya, bukan berarti menutup aktivitas usaha melainkan hanya melakukan pembatasan-pembatasan. 

Dia menambahkan, karena biaya operasional perhotelan yang sangat tinggi ditambah minimnya pemasukan terpaksa beberapa pengusaha menjual hotelnya kepada investor. 

"Yang lewat kami sudah ada empat hotel agar ditawarkan."

"Biaya membayar listrik dan sebagainya ini memberatkan."

"Okupansi nol persen, pemasukan anjlok," katanya.

Rizani mengatakan, selama penerapan PPKM Darurat pengunjung yang menginap di sejumlah hotel di Kabupaten Semarang menurun drastis bahkan ketika akhir pekan. 

Dia berharap, pemerintah memberikan bantuan kepada para karyawan perhotelan maupun resto baik melalui skema bantuan tunai langsung maupun tidak langsung. 

"Kabupaten Semarang ini merupakan lokasi destinasi wisata."

"Jadi tutupnya wisata juga sama, karyawan sudah dirumahkan 50 persen."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved