Breaking News:

Berita Kudus

Kasus Baru dan Kematian akibat Covid Turun Signifikan, Bupati Kudus: Mestinya Sudah Masuk Level 2

Bupati Kudus HM Hartopo menyebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kudus harusnya sudah masuk level 2.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo menyebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kudus harusnya sudah masuk level 2.

Hal itu dilihat dari indikator kasus aktif Covid-19 harian, angka kematian, dan pasien yang dirawat di rumah sakit.

"Dari indikator kasus harian angka kematian dan pasien yang di rumah sakit, ini kami kan minim sekali. Ini kan paling 15 atau 16 pasien di RUSD Loekmono Hadi. Ada 30 sekian (pasien) yang lainnya kan dari luar kota. Kalau kematian sedikit sekali, paling banyak lima. Satu dua biasa kan. Ini sangat menekan sekali. Dari angka 30 (kematian) menjadi satu dua kan sangat luar biasa," kata Hartopo, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Kasus Covid Turun Signifikan, Bupati Heran Status Kudus Masih di Level 4

Baca juga: BLT Dana Desa Bulan Juli di Kudus Mulai Disalurkan, Sasar 21.706 Keluarga

Baca juga: Sembuh dari Covid tapi Masih Bergejala? Ini Saran Pemulihan dari Dokter Paru RS Mardi Rahayu Kudus

Baca juga: 2 Perusahaan di Kudus Kena Tegur, Ada Pegawai Tak Pakai Masker di Lingkungan Pabrik

Dilansir dari laman corona.kuduskab.go.id, Senin pagi, kasus aktif di Kudus sampai 25 Juli 2021, sebanyak 255 kasus.

Jumlah sebanyak itu mengalami penurunan tiga kasus dari hari sebelumnya.

Jumlah tersebut sangat berkurang jika dibandingkan dengan jumlah kasus aktif pasca-Lebaran. Saat itu, terparah, kasus aktif sampai lebih dari 2 ribu kasus.

Meski begitu, ujar Hartopo, Kudus tetap menduduki level 4 dalam PPKM.

Belakangan, Presiden Joko Widodo juga memperpanjang sampai pada 2 Agustus 2021. Kata Hartopo, terdapat sejumlah kelonggaran dalam perpanjangan kali ini.

"Dengan adanya kelonggaran, saudara kita yang terdampak pada UMKM, para pedagang kaki lima, rumah makan atau warung, sudah dikasih kelonggaran karena sudah boleh makan di tempat walaupun ada keterbatasan di situ. Walaupun durasi makannya sampai kapasitas orang yang ada di sana (dibatasi)," katanya.

Baca juga: Bikin Resah Warga Lewat Aksi Balap Liar, 16 Pemuda Diamankan Tim Sparta di Ring Road Mojosongo Solo

Baca juga: PPKM Diperpanjang sampai 2 Agustus, Berikut Syarat Melakukan Perjalanan Menggunakan Kereta Api

Baca juga: Ini 14 Titik Penyekatan di Banyumas selama Perpanjangan PPKM hingga 2 Agustus

Baca juga: Ada Praktik Jual Beli Plasma Konvalesen di Kota Semarang, 2 Kantong Dipatok Rp 8,5 Juta

Meski sudah ada kelonggaran, untuk penyekatan di sejumlah titik jalan yang berlangsung di Kudus tetap dilakukan.

Hartopo tak mau gegabah melakukan pembukaan. Dia akan mengevaluasi bersama Kapolres dan Dandim Kudus.

"Penyekatan sendiri, nanti akan dievaluasi bersama Kapolres dan Pak Dandim. Nanti kami evaluasi lagi," kata dia.

Kemudian, terkait hajatan maupun pembukaan objek wisata, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved