Berita Tegal

Berkunjung ke Tegal? Jangan Lupa Beli Oleh-oleh Kacang Bogares untuk Dibawa Pulang

Bagi Anda yang berkesempatan mampir atau berkunjung ke Kabupaten Tegal, jangan lupa membeli oleh-oleh kacang bogares untuk dibawa pulang nanti.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Pemilik Toko Oleh-oleh Kacang Bogares RAPI, Supriyati atau Upi (46), menunjukan kemasan kacang bogares yang dijual di toko miliknya di Jalan Raya Bogares Kidul, RT 02 RW 01, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Minggu (25/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Bagi Anda yang berkesempatan mampir atau berkunjung ke Kabupaten Tegal, jangan lupa membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang nanti.

Satu di antara yang bisa dibawa sebagai buah tangan dari Kabupaten Tegal adalah Kacang Bogares yang memiliki rasa gurih.

Bogares sendiri merupakan nama satu desa di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, yaitu Desa Bogares Kidul.

Di daerah tersebut, sebagian warganya memiliki usaha toko oleh-oleh yang menjual beragam jenis jajanan. Kacang bogares merupakan ikon tempat ini.

Supriyati, pembuat kacang bogares dan pemilik toko oleh-oleh di Jalan Raya Bogares Kidul RT 02 RW 01, Kecamatan Pangkah mengatakan, kacang bogares memiliki rasa lebi gurih dibanding kacang lain.

Baca juga: Di Kota Tegal Jangan Lupa Beli Ikan Asap, Cocok Dimasak Mangut dan Pecak

Baca juga: Miris Dengar Cerita Pemilik Usaha Peti Jenazah di Tegal, Amir Oval: Sehari Bikin 50 Langsung Habis

Baca juga: Polres Tegal Bekuk Komplotan Pencuri Mobil Pikap: Beraksi Dini Hari, Sasar Mobil di Halaman

Baca juga: Mengaku Tak Bisa Tahan Nafsu, Sopir Travel Cabuli Penumpang di Tarub Tegal

Upi, sapaan Supriyati, mengatakan, kacang bogares diolah lewat cara disangrai. Pemilik merek Rapi ini menggunakan pasir saat proses penggorengan.

Cara inilah yang membuat kacang yang dihasilkan lebih kering dan memiliki bau khas.

"Kuncinya ada di rasa yang lebih gurih dan kalau dimakan tidak membuat pusing. Karena menurut beberapa konsumen jika terlalu banyak makan kacang bisa menimbulkan pusing sedangkan kacang bogares tidak," ujar Upi, saat ditemui di tokonya, Minggu (25/7/2021).

Toko oleh-oleh Rapi, merupakan tempat usaha milik orangatua Upi. Toko tersebut berdiri sejak 1950. Nama Rapi, merupakan gabungan dari nama sang ayah, Rasmadi, dan Upi.

Biasanya, Upi memperoleh bahan baku kacang dari distributor dari Brebes.

Didapat dalam bentuk sudah dikupas, sehingga Upi lebih cepat memproses pemasakan.

Upi menyediakan dua varian rasa kacang bogares yaitu orisinal dan rasa bawang goreng.

"Proses produksi sampai siap jual lumayan lama, kurang lebih, dua hari. Katakan, hari pertama, kacang yang sudah dikupas direndam di air kurang lebih 1-2 jam, lalu ditiriskan, kemudian direndam lagi dalam air yang ada garam, dijemur, dan hari berikutnya baru digoreng. Garam nya pun harus yang beriodium," ungkapnya.

Biasanya, Upi memasak sebulan sekali dengan bahan 2 kuintal kacang.

Jumlah tersebut, diakuinya, menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 6-8 kuintal.

Penurunan tersebut terjadi sejak adanya jalan tol dan berlanjut pandemi Covid-19.

Belum lagi, jumlah toko oleh-oleh atau penjual kacang bogares juga semakin banyak sehingga sangat berpengaruh terhadap penjualan.

"Karena kondisi yang sedang sepi jadi kami hanya menggoreng kacang bogares yang orisinal. Harganya Rp 55 ribu untuk ukuran 1 kilogram, kemasan 500 gram Rp 28 ribu, kemasan 250 gram Rp 14 ribu, dan 400 gram harga Rp 23 ribu," ujarnya.

Baca juga: Sembuh dari Covid tapi Masih Bergejala? Ini Saran Pemulihan dari Dokter Paru RS Mardi Rahayu Kudus

Baca juga: Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Terimbas PPKM Darurat, Begini Prosedur Pembatalan Tiketnya

Baca juga: Gowes ke Sumurboto Semarang, Gubernur Ganjar Borong Dagangan PKL dan Ingatkan Prokes

Baca juga: Donatur Berkurang, Konsevasi Penyu di Pantai Sodong Cilacap Andalkan Swadaya Kelompok Nagaraja

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat juga berdampak pada penjualan. Sebulan ini, Upi baru satu kali menggoreng atau baru memproduksi 1 kuintal kacang bogares.

Dalam proses produksi, Upi dibantu dua karyawan yang memiliki tugas masing-masing, yaitu ada yang dibagian menggoreng dan tukang sortir kacang.

"Dari proses menggoreng, kacang bogares bisa bertahan (layak dikonsumsi) sampai 2 bulan atau 2,5 bulan. Terpenting, cara menyimpannya benar yaitu tempat harus selalu tertutup rapat," katanya.

Di toko Rapi milik Upi, selain kacang bogares, ada juga oleh-oleh berupa kerupuk antor, pilus kacang, kacang goreng, teh poci, telor asin, sagon panggang, dodol, serta carica. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Memulai Sebuah Purwokerto

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved