Breaking News:

Berita Sragen

Protes PPKM Darurat, Kades Jenar Sragen Pasang Baliho Berisi Makian ke Pejabat

Baliho berisi makian kepada pejabat akibat PPKM Darurat terpasang di tepi lapangan Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Rabu (14/7/2021).

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Handout
Aparat gabungan Sragen mencopot baliho berisi makian yang dipasang Kades Jenar Samto sebagai protes penerapan PPKM Darurat, Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Baliho berisi makian kepada pejabat akibat peberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat terpasang di tepi lapangan Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Rabu (14/7/2021).

Yang mengejutkan, di baliho berukuran 3x4 meter ini juga terpampang foto Kades Jenar, Samto, yang ternyata sebagai pembuat baliho.

Foto terkait keberadaan baliho ini juga menarik perhatian warga lantaran beredar luas di media sosial Whatsapp.

"IKI JAMAN REVORMASI. ISIH KEPENAK JAMAN PKI, AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT. PEJABAT ZENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT KIII BANGSAT. PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE IKU KERE. PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI KUWI BAJ***AN".

Kata-kata bernuansa marah di atas merupakan isi dari baliho tersebut.

Namun, tak berlangsung lama, Kamis (15/7/2021), baliho tersebut sudah diturunkan.

Kepala Desa Jenar Samto, mengakui sebagai pembuat dan meminta sejumlah pekerja memasang baliho tersebut.

Lewat video, Samto mengaku, pembuatan dan pemasangan baliho itu spontan akibat emosi sesaat.

Baca juga: Minat Donor Plasma Konvalesen di Sragen Rendah, PMI: Kadang, Warga Masih Trauma Jalani Perawatan

Baca juga: Sasar Janda Kaya, Warga Sumberlawang Sragen Gasak Tiga Mobil Lewat Cara Tebar Janji Nikah Siri

Baca juga: Kesal Orangtua Tak Diberi Obat Pereda Sakit Perut, Pria di Tanon Sragen Ini Ancam Nakes Pakai Parang

Baca juga: Bupati Sragen Dorong Perluasan Vaksinasi Covid bagi Lansia, Berharap Herd Immunity Segera Terbentuk

Samto mengatakan, baliho itu dipasang Rabu pukul 16.00 WIB.

"Saya dengan penuh kesadaran memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak, terutama muspika dan seluruh warga Indonesia. Baliho itu saya buat dengan spontan dan emosi sesaat. Selanjutnya, saya mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19," ujar Samto dalam video.

Video tersebut dibuat di Polsek Jenar. Dalam video permintaan maaf itu, Samto didampigi muspika Kecamatan Jenar.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, pihaknya telah mengonfirmasi pemasangan baliho tersebut kepada Samto.

"Kemarin, Kesbangpol menindaklanjuti ke sana (Jenar), melakukan proses klarifikasi terkait adanya baliho yang dipasang di lapangan Desa Jenar," terang Yuni, Kamis.

Yuni juga meminta inspektorat menindaklanjuti kasus tersebut dan telah berkoordinasi dengan Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi.

Yuni pun menyayangkan pembuatan dan pemasangan baliho berisi kalimat tidak pantas.

Karenanya, Yuni memastikan memberi sanksi kepada Kades Jenar Samto.

Baca juga: Tak Bisa Tunjukkan Dokumen Perjalanan, 30 Kendaraan Diputar Balik di Exit Tol Salatiga

Baca juga: Bantu PKL Taati Jam Malam, Anggota Polresta Banyumas Borong Gorengan dan Makanan di Angkringan

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 16 Juli 2021: 986.000 Per Gram

"Sanksi pasti ada tapi tunggu dari inspektorat," ujarnya.

Menurutnya, perlu pula pembinaan terkait wawasan kebangsaan kepada kades di Sragen agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kepala desa perlu pembinaan wawasan kebangsaan. Dulu, waktu saya melantik (kades), saya pesankan PMD agar menganggarkan diklat untuk wawasan kebangsaan. Namun, karena keterbatasan anggaran, akhirnya dicoret terkena refocusing untuk penanganan Covid," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved