Breaking News:

Berita Banyumas

Bantu PKL Taati Jam Malam, Anggota Polresta Banyumas Borong Gorengan dan Makanan di Angkringan

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berdampak kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Anggota Polresta Banyumas memborong dagangan milik pedagang angkringan di Purwokerto saat penertiban jam malam dalam PPKM darurat, Kamis (15/7/2021). Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berdampak kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Banyumas.

Banyak pedagang angkringan, pedagang gorengan, dan lain sebagainya, mengeluhkan turunnya penghasilan.

Salah satu pengaruhnya adalah adanya aturan jam malam, hingga penutupan akses jalan yang mengurangi omset pendapatan.

Merespon hal tersebut, anggota Polresta Banyumas mendatangi sejumlah pedagang kaki lima, semisal angkringan dan pedagang gorengan, Kamis (15/7/2021) malam.

Mereka mengingatkan pembeli dan pedagang terkait PPKM darurat dan aturan tak boleh makan di tempat. Mereka juga meminta pedagang yang sudah melewati jam malam pukul 20.00 WIB segera menutup lapak dagangan.

Baca juga: Penyekatan di Banyumas Diperketat, Pekerja Esensial Wajib Tunjukkan SRTP dan Sertifikat Vaksin

Baca juga: Tiga Pemuda di Banyumas Dibekuk Polisi, Peras dan Todongkan Pisau ke Korban di Dekat Unwiku

Baca juga: Penyekatan Jalan di Banyumas Diperluas, Ini 24 Titik Penutupan Jalan yang Berlangsung hingga 22 Juli

Baca juga: PT KAI Serahkan Bantuan 6 Sapi dan 10 Kambing untuk Iduladha Warga Banyumas

Tak hanya itu, anggota dari Polresta Banyumas itu juga memborong dagangan milik penjual angkringan dan gorengan yang belum habis saat jam malam tiba.

Dagangan tersebut selanjutnya dibungkus dan dibagikan kepada para tukang becak dan warga lain yang membutuhkan.

Kasat Sabhara Polresta Banyumas Kompol Aldino Agus Anggoro mengungkapkan, sesuai instruksi Kapolresta Banyumas Kombes Pol M Firman L Hakim, kegiatan penertiban harus mengedepankan humanis dan simpatik dari anggota.

"PPKM ini adalah supaya mengurangi mobilitas warga. Tetapi, juga kami melakukan aksi simpatik karena mereka, para pedagang, juga terdampak PPKM ini," ujarnya.

Seorang penjual gorengan di sekitar Kampus Unsoed Purwokerto, Heri, mengatakan, biasanya, dia menutup lapak dangangan pukul 20.00 WIB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved