Breaking News:

Berita Sragen

Minat Donor Plasma Konvalesen di Sragen Rendah, PMI: Kadang, Warga Masih Trauma Jalani Perawatan

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen mengaku kesulitan mencari pendonor plasma konvalesen.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PMI Solo
Ilustrasi. Penyintas Covid-19 tengah berdonor plasma konvalesen di PMI Solo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen mengaku kesulitan mencari pendonor plasma konvalesen. Dari awal disosialisasikan, baru ada enam pendonor yang berdonor plasma konvalesen.

Wakil Ketua I PMI Kabupaten Sragen Soewarno mengatakan, pihaknya tak henti-hentinya mengajak warga terkonfirmasi Covid-19 untuk berdonor plasma.

Sosialisasi dilakukan kepada warga yang menjalani perawatan di rumah sakit dan juga tempat karantina di gedung Technopark Ganesha Sukowati Sragen.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi lewat media sosial.

"Kami selalu menyosialisasikan kepada masyarakat, baik melalui medsos, juga langsung ke Technopark. Agar orang yang pernah terpapar Covid-19 bersedia mendonorkan plasmanya," terang Soewarno, Minggu (11/7/2021).

Baca juga: Sasar Janda Kaya, Warga Sumberlawang Sragen Gasak Tiga Mobil Lewat Cara Tebar Janji Nikah Siri

Baca juga: Kesal Orangtua Tak Diberi Obat Pereda Sakit Perut, Pria di Tanon Sragen Ini Ancam Nakes Pakai Parang

Baca juga: Bupati Sragen Dorong Perluasan Vaksinasi Covid bagi Lansia, Berharap Herd Immunity Segera Terbentuk

Baca juga: Bobol Toko Komputer di Jalan Solo-Sragen, Pencuri Gasak Uang Rp 12 Juta dan 4 Laptop

Soewarno mengatakan, PMI Sragen memang hanya bertugas menghimpun para calon pendonor lantaran tak memiliki alat aphresis. Proses donor darah plasma konvalesen dilakukan di PMI Solo.

Aphresis merupakan alat yang berfungsi memisahkan sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma konvalesen.

"Memang, kendala di lapangan, calon pendonor masih sedikit sedangkan yang mencari banyak. Pengambilan darah tetap di PMI Solo yang memiliki fasilitas alat aphresis," terang Soewarno.

Proses pengambilan plasma konvalesen pun tidak sebentar, sekitar 45 menit. Dari enam orang yang mau mendonorkan plasmanya, PMI juga sudah berusaha mencari.

Soewarno mengatakan, PMI Sragen saat ini hanya mendata calon pendonor. Tak jarang, pihaknya juga melakukan sosialisasi melalui handphone.

Baca juga: YLKI Minta Pemerintah Pertegas Aturan Vaksinasi Berbayar: yang Gratis Harus Tetap Prioritas

Baca juga: Varian Delta Mulai Masuk Salatiga, Wali Kota Yuliyanto: Pakai Masker Dobel saat Beraktivitas

Baca juga: Dukung Menpora Perketat Naturalisasi Atlet, Yoyok Sukawi: Pembinaan Akar Rumput Harus Diperkuat

Baca juga: Tambah Penghasilan di Tengah Pandemi Covid, Ibu-ibu di Kandeman Batang Kelola Bank Sampah

Jika ada yang mencari plasma konvalesen ke PMI Sragen, pihaknya melakukan kontak dengan eks pasien Covid-19. Jika bersedia, pihaknya baru mempertemukan dengan keluarga pasien.

"Kadang, pasien ada yang masih trauma karena dirawat di ruang isolasi sehingga tidak mau," tambahnya.

Soewarno pun mengimbau para penyintas bersedia mendonorkan plasma konvalesen untuk kemanusiaan.

Sementara itu, data dari corona.sragenkab.go.id per Minggu (11/7/2021), setidaknya ada 9.951 orang yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved