Breaking News:

Berita Kudus

Penjualan Sepi, Pedagang Pasar Kliwon Kudus Tuntut Pembebasan Retribusi dan Sewa Kios selama PPKM

Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) menuntut pembebasan retribusi dan sewa kios selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Sulis menuntut pembebasan retribusi dan sewa kios selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, Rabu (14/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) menuntut pembebasan retribusi dan sewa kios selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Ketua HPPK Sulis menyampaikan, selama pemberlakuan PPKM darurat, jumlah pengunjung dan pendapatan para pedagang menurun drastis.

Sehingga, pihaknya menuntut stimulus bantuan bagi para pedagang.

"Saat ini, retribusi dan sewa kios masih jalan terus. Kami minta itu dihilangkan dan harapannya juga ada stimulus bantuan, entah dalam bentuk apa, untuk para pedagang," jelas dia, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Jelang Hari Raya Iduladha, Segini Harga Daging Kerbau di Pasar Hewan Ternak di Kudus

Baca juga: Ditangkap, 2 Pembegal Polisi di Dersalam Kudus Masih Berumur Belasan Tahun

Baca juga: Mahasiswa IAIN Kudus Gelar Demo terkait UKT, Minta Diskon dan Perpanjangan Waktu Pembayaran

Baca juga: Happy Hypoxia Berbahaya bagi Pasien Covid saat Isoman, Ini Saran Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus

Sulis menyebutkan, retribusi dan sewa kios yang dikenakan pemerintah daerah cukup membebani di tengah kondisi pasar yang sepi.

Retribusi dan sewa kos yang harus dibayar pedagang mencapai Rp 980 ribu per bulan.

"Retribusinya sebesar Rp 180 ribu per bulan dan sewa kios sebesar Rp 800 ribu per bulan," ujarnya.

‎Menurutnya, pembayaran retribusi dan sewa kios itu tidak sulit ketika pendapatan pedagang, normal atau mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta per hari.

Namun, kondisi‎nya saat ini, setiap pedagang kesulitan menjual barang. Bahkan, untuk mendapat penghasilan Rp 1 juta per hari saja susah.

"Mau buka kios, pasar sepi, tidak buka juga nggak bisa jualan. Jadi, banyak pedagang yang mengurangi pegawai," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved