Breaking News:

Berita Kudus

Mahasiswa IAIN Kudus Gelar Demo terkait UKT, Minta Diskon dan Perpanjangan Waktu Pembayaran

Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus mengelar aksi demonstrasi di depan rektorat, Senin (12/7/2021).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Dua mahasiswa IAIN Kudus melakukan aksi teatrikal sebagai bagian dari aksi protes mahalnya UKT di teras rektorat IAIN Kudus, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus mengelar aksi demonstrasi di depan rektorat, Senin (12/7/2021). Mereka menuntut agar uang kuliah tunggal (UKT) dipangkas karena dinilai terlalu mahal.

Dalam aksi ini, para mahasiswa membawa spanduk berisi tulisan bernada protes. Di antaranya, berisi 'DI MANAKAH HARI NURANI BIROKRAT!', kemudian 'BIROKRAT BERSATU MAHASISWA DIKALAHKAN', dan 'UKT MAHAL'.

Mereka menggelar orasi di depan rektorat. Sejumlah satuan pengaman kampus dan resimen mahasiswa tampak berjaga.

Mereka sempat menduduki teras gedung rektorat dan menggelar orasi. Menutup pintunya dan membentangkan spanduk bertuliskan 'Aliansi Mahasiswa', sedangkan di depannya terdapat sejumlah mahasiswa membawa replika pocong dan spanduk bertuliskan 'UKT Mahal'.

"Memang sempat ada potongan (UKT) 15 persen untuk beberapa bulan tapi tidak cukup karena dijatahkan kuota setiap mata kuliah 1 Gb kami kalikan untuk berapa bulan," ujar Fikri, seorang peserta aksi.

Baca juga: Happy Hypoxia Berbahaya bagi Pasien Covid saat Isoman, Ini Saran Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus

Baca juga: Tepergok di Halaman Rumah Pak RT, Warga Undaan Kudus Ini Didapati Bawa Sejumlah Kutang

Baca juga: Kudus Berkategori Hitam, Mobilitas Warga Disebut Masih Tinggi, Ini Indikatornya Menurut Pemerintah

Baca juga: Anggota Polres Kudus Alami Luka Bacok di Punggung, Jadi Korban Pembegalan saat Lewati Desa Dersalam

Fikri melanjutkan, saat ini, ada beberapa golongan UKT. Mulai dari yang paling rendah berada di kisaran Rp 1,1 juta dan paling mahal di kisaran Rp 4 juta.

UKT sebesar itu, katanya, tidak semua orangtua mahasiswa mampu. Apalagi, melihat kondisi saat ini, PPKM Darurat masih berlangsung.

"Orangtua yang bekerja sebagai PKL, jam operasionalnya dibatasi, otomatis rezekinya terpotong," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, pendemo yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa, menyampaikan enam tuntutan.

Hanya, dalam audiensi dengan petinggi kampus, hanya tiga tuntutan yang dipenuhi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved