PPKM Darurat Jateng

Kudus Berkategori Hitam, Mobilitas Warga Disebut Masih Tinggi, Ini Indikatornya Menurut Pemerintah

Meski sudah ada penurunan pergerakan warga selama PPKM Darurat sepekan ini, Kudus masih terbilang kategori 'hitam' dalam urusan mobilitas warga.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Sejumlah warga melintas di Jalan Sunan Kudus, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Tingkat mobilitas warga Kabupaten Kudus selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih tinggi.

Dari hasil evaluasi terakhir mobilitas warga Kudus hanya berkurang 12,2 persen.

" Kudus baru bisa menurun 12,2 persen tingkat mobilitas warganya."

"Sudah mulai menurun."

"Tapi kami targetkan untuk menurunkan mobilitas masyarakat 30 persen minimal selama PPKM Darurat," ujar Plt Asisten II Pemkab Kudus, Agung Dwi Hartono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Anggota Polres Kudus Alami Luka Bacok di Punggung, Jadi Korban Pembegalan saat Lewati Desa Dersalam

Baca juga: Ngeyel Layani Makan di Tempat saat PPKM Darurat, Pedagang Jahe Rempah di Kudus Didenda Rp 400 Ribu

Baca juga: Tim Kesayangan ke Final Euro 2020, Kakak Beradik di Kudus Ini Pakai Jersey Italia saat Vaksin Covid

Baca juga: Mumpung Jalan Sunan Kudus Ditutup, Sarah Sulap Jadi Arena Bermain Bulutangkis, Lainnya Sepak Bola

Meski sudah ada penurunan pergerakan warga selama PPKM Darurat sepekan ini, kata Agung, Kudus masih terbilang kategori 'hitam' dalam urusan mobilitas warga.

Indikator untuk mengetahui pergerakan masyarakat tersebut dipantau langsung oleh Pemerintah Pusat.

Yang dipakai yakni Facebook Mobility, Google Traffic, dan deteksi cahaya malam melalui satelit NASA.

"Itu evaluasi Pemerintah Pusat pakai sistem aplikasi."

"Alatnya juga di Pemerintah Pusat," tandasnya.

Agung mengatakan, warga yang notabene sebagai pengguna aplikasi Facebook bisa dideteksi pergerakannya melalui Facebook Mobility.

Kemudian, untuk Google Traffic dipakai untuk mendeteksi arus lalu lintas.

"Makanya dilakukan penyekatan oleh polisi untuk mengurangi pergerakan mobilitas, karena mobilitas menjadi satu indikator penyebaran Covid-19," ujar dia.

Selanjutnya deteksi cahaya dari NASA yakni ketika semakin banyak cahaya yang ada, katanya, berarti terjadi pergerakan warga di situ.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved