Breaking News:

Berita Tegal Hari Ini

Di Kota Tegal, Upah Gali Kubur Terpaksa Minta ke Keluarga Jenazah Covid-19, Tiap Petugas Rp 100 Ribu

Koordinator penggali kubur, Abdurahman (53) mengatakan, tidak ada upah untuk para penggali kubur dari Disperkim Kota Tegal. 

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Suasana pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Cleret, Kota Tegal, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Para penggali kubur pemakaman Covid-19 di Kota Tegal mengeluhkan tidak adanya upah atau honor dari pemerintah kota. 

Padahal pekerjaan mereka cukup berisiko di tengah peningkatan kasus Covid-19. 

Dalam sehari semisalnya, paling banyak ada lima jenazah pasien Covid-19 yang dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cleret, Kota Tegal

Namun tidak ada upah bulanan untuk mereka selaku penggali kubur di pemakaman Covid-19. 

Baca juga: 135 Lansia di Kota Tegal Terpapar Covid, Wali Kota Antar Makanan ke Lokasi Isolasi Mandiri

Baca juga: Butuh Bantuan! Balita di Dukuhturi Tegal Alami Tumor Ganas di Mata Kanan, Kini Tak Bisa Jalan

Baca juga: Masih Banyak Toko Langgar Aturan PPKM Darurat di Tegal, Ngakunya Belum Ada Sosialisasi

Baca juga: Denda Pajak Kendaraan Bakal Dihilangkan, Ayo Warga Tegal Manfaatkan Program Pemutihan Ini

Dinas terkait yang menaungi mereka, membebankan upah para penggali kubur kepada keluarga jenazah pasien Covid-19. 

Koordinator penggali kubur, Abdurahman (53) mengatakan, tidak ada upah untuk para penggali kubur dari Disperkim Kota Tegal

Upah didapatkan tiap ada pemakaman. 

Tiap penggali kubur dibayar Rp 100 ribu oleh keluarga jenazah. 

Dia mengatakan, tidak adanya upah untuk penggali kubur sudah dari awal pandemi Covid-19. 

"Untuk bayaran sebenarnya sih agak keberatan."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved