Breaking News:

Berita Kendal

Penumpang KMP Kalibodri Rute Kendal-Kumai Melonjak, Calon Penumpang Cukup Pakai Hasil Rapid Tes

UPTD Pelabuhan Kendal melakukan pengawasan ekstra ketat atas lonjakan penumpang KMP Kalibodri rute Kendal-Kumai, Kalimantan Tengah.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
KMP Kalibodri bersandar di Pelabuhan Kendal menunggu jadwal keberangkatan ke Kumai, Kalimantan Tengah, Minggu (6/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Kendal melakukan pengawasan ekstra ketat atas lonjakan penumpang KMP Kalibodri rute Kendal-Kumai, Kalimantan Tengah.

Bahkan, lonjakan penumpang kapal mencapai 10 kali lipat dari rata-rata penumpang pada pekan-pekan sebelumnya.

Kepala UPTD Pelabuhan Kendal Andi Rahmat mengatakan, jumlah penumpang KMP Kalibodri, Minggu (6/6/2021), mencapai 337 orang.

Padahal, jumlah penumpang rata-rata setiap keberangkatan hanya berkisar 30-40 orang.

Lonjakan itu tidak dimungkiri karena adanya kelonggaran syarat bagi para calon penumpang, dari semula wajib menyertakan hasil negatif tes swab PCR kini bisa menggunakan hasil rapid tes antigen yang lebih murah.

"Sesuai Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 443.1/69/Satgas Covid-19/VI/2021 tertanggal 2 Juni 2021, syarat swab PCR bagi penumpang umum ditiadakan. Penumpang hanya menggunakan swab antigen, tidak lagi swab PCR. Namun demikian, penumpang wajib pakai masker medis," terangnya, Minggu.

Baca juga: Zero Penumpang Mulai Diberlakukan di Pelabuhan Kendal, KMP Kalibodri Off Hingga Akhir April 2021

Baca juga: Penghuni Lapas Kendal yang Terpapar Bakal Dites Swab Ulang, Disesuaikan Masa Berakhirnya Karantina

Baca juga: Dico Sebut 50 UMKM Kendal Sudah Siap Ekspor Produk, Pemkab Bantu Lakukan Ini

Baca juga: Tekan Laju Pertumbuhan Kasus Covid-19, Puluhan Pegawai Lapas Kendal Disuntik Vaksin

Kata Andi, kelonggaran ini tetap diawasi ketat termasuk di Pelabuhan Kendal.

Penumpang bisa datang langsung ke pelabuhan untuk melakukan rapid test antigen sebelum melakukan perjalanan.

"Kami menyambut baik surat edaran tersebut karena tidak lagi membebani penumpang. Karena, kalau PCR, butuh biaya banyak dan biayanya lebih tinggi dari harga tiket," jelasnya.

Andi pun memastikan, pergerakan penumpang di Pelabuhan Kendal akan terus dipantau agar tidak membeludak melebihi kapasitas yang ditentukan.

Dengan itu, petugas tetap bisa memantau dan mengawasi penumpang kapal supaya tetap mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster penyebaran Covid-19.

Baca juga: Warga Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Bandara JB Soedirman Purbalingga, Berlubang dan Bergelombang

Baca juga: Inflasi Purwokerto di Bulan Mei 2021 Tercatat 0,19 Persen, Terbanyak Disumbang Tarif Transportasi

Baca juga: Mulai Besok, Warga Positif Covid di Kudus yang Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Dipindah ke Donohudan

Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Naik dalam 2 Pekan, Dampak Halalbihalal dan Piknik Tipis-tipis Lebaran

Seorang penumpang KMP Kalibodri, Karwadi, mengaku senang adanya kelonggaran syarat untuk calon penumpang KMP Kalibodri.

Menurutnya, syarat menggunakan hasil rapid test antigen dapat menghemat biaya perjalanan sehingga tidak membengkak.

"Tentu, senang dengan kebijakan baru ini. Sekarang lebih irit, kalau menggunakan tes PCR, bisa mengeluarkan uang hingga Rp 1 juta sekaligus untuk tiket. Sekarang, menggunakan hasil rapid test antigen jelas lebih murah," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved