Breaking News:

Penanganan Corona

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Kami Kirim 48 Relawan Nakes Berikut Kebutuhan Lainnya ke Kudus

BNPB bersatu padu dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten untuk mengendalikan dan menekan angka penularan Covid-19 di Kudus.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beserta rombongan mengecek ke sejumlah layanan kesehatan di Kabupaten Kudus, Senin (31/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito mengungkapkan, Kabupaten Kudus mendapatkan tambahan tenaga kesehatan (nakes) untuk membantu penanganan Covid-19 di wilayah tersebut.

Tambahan relawan nakes tersebut untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di Kota Kretek yang melonjak dan termasuk dalam zona merah penularannya.

Baca juga: 189 Nakes di Kudus Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia

Baca juga: 42 Desa Zona Merah di Kudus Bakal Di-lockdown, Bupati: Wisata Tutup, Tamu Wajib Bawa Surat Negatif

Baca juga: Ganjar Temukan Pelanggaran di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Pasien Covid-19 Ditunggui Keluarganya

Baca juga: Bupati Kudus Kecewa Warga Mulai Abai Prokes, Hartopo: Padahal Lonjakan Kasus Jadi Perhatian Nasional

"Untuk nakes sudah dilakukan penambahan."

"48 orang nakes sudah kami berangkatkan," kata Ganip kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (2//6/2021).

Selain itu, kata dia, relawan tenaga kesehatan dari TNI dan Polri juga ikut membantu.

Selain nakes, pihaknya juga mengirimkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) serta logistik yang dibutuhkan untuk penanganan di Kudus.

"BNPB bersatu padu dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten untuk mengendalikan dan menekan angka penularan Covid-19 di Kudus," tandasnya.

Sementara, Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo menyatakan, bantuan tambahan nakes tersebut nantinya akan diserahkan ke Pemkab Kudus untuk bisa didayagunakan di rumah sakit dan tempat isolasi perawatan pasien Covid-19.

"Mana yang membutuhkan monggo bisa didayagunakan."

"Itu (tambahan nakes) untuk mengganti nakes yang sakit terpapar," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (2/6/2021).

Selain itu, lanjutnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga ikut membantu untuk mengirimkan dokter sebanyak 20 orang.

Sebelumnya, Pemprov Jateng juga mengirimkan dua dokter penyakit paru dan dua dokter penyakit dalam. (Mamduh Adi)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Naik Signifikan Pasca Lebaran di Kendal, Dico: Ada Tiga Klaster Baru

Baca juga: Bupati Semarang Minta Ujian Sekolah Digelar Daring, Ngesti: Tatap Muka Hanya bagi Siswa Susah Sinyal

Baca juga: Sampah di TPA Temurejo Blora Bakal Diproses Jadi Gas, Warga Sekitar Bisa Memanfaatkannya

Baca juga: Ini Kekhawatiran Dragan Djukanovic, Jelang PSIS Semarang Sambut Liga 1 2021

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved