Teror Virus Corona
Bupati Kudus Kecewa Warga Mulai Abai Prokes, Hartopo: Padahal Lonjakan Kasus Jadi Perhatian Nasional
Bupati Kudus HM Hartopo menyayangkan masih ada warga yang tak percaya virus Covid-19.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo menyayangkan masih ada warga yang tak percaya virus Covid-19. Padahal, di Kudus, kasus Covid-19 telah tembus 1.200 kasus dan saat ini menjadi perhatian nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat menyerahkan bantuan sosial secara simbolis biaya penguburan jenazah pasien Covid-19 di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (31/5/2021).
"Kudus sudah menjadi perhatian nasional terkait lonjakan kasus Covid-19 namun masih banyak masyarakat yang abai menerapkan protokol kesehatan," ucap Hartopo.
Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Resepsi Pernikahan di Tiga Tempat di Jekulo Kudus Dibubarkan
Baca juga: Tiga Rumah Sakit di Kota Semarang Mulai Layani Pasien Covid-19 dari Kudus, Kapasitas Masih Mencukupi
Baca juga: Kades dan Dua Puluhan Warga di Loram Kulon Kudus Positif Covid, Akses Masuk Desa Dipalang
Baca juga: Restoran dan Kafe di Kudus Dilarang Melayani Pembeli Makan di Tempat, Berlaku hingga 8 Juni
Hartopo pun meminta agar masyarakat meningkatkan protokol kesehatan untuk mencegah diri dan keluarga terpapar virus SARS-CoV-2 itu.
Dikatakan Hartopo, saat ini, pasien di rumah sakit di Kudus hampir penuh.
Sekitar 150-an tenaga kesehatan juga telah terpapar Covid-19.
Untuk itu, dia meminta masyarakat tidak memperburuk kasus Covid-19 dengan tindakan acuh dan abai.
"Tolong untuk menerapkan protokol kesehatan untuk kesehatan diri dan keluarga. Saat ini, kamar rumah sakit sudah hampir penuh oleh pasien," terangnya.
Hartopo pun berharap, penerima bantuan menjadi pelopor dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat.
Baca juga: Tahanan di Mapolresta Banyumas Jalani Swab Antigen Covid-19, 8 Orang Dinyatakan Negatif
Baca juga: Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Presiden Jokowi bagi Masyarakat Indonesia
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 1 Juni 2021: Rp 998.000 Per Gram
Baca juga: 1.200 Warga Belum Terima PKH di Karanganyar, Dinsos Sebut Akibat Sinkronisasi Data
Dia meminta, saat ada warga yang mengalami gejala atau terpapar Covid-19, segera melapor ke ketua RT atau ketua RW setempat yang merupakan bagian dari Satgas Jaga Tangga.
Begitu pula, memberitahukan jika ada hajatan di lingkungan mereka.
"Saya minta, yang di sini, menjadi pelopor protokol kesehatan di masyarakat. Kalau mengetahui ada orang yang terpapar Covid-19, langsung laporkan ke ketua RT terkait," katanya. (*)