Penanganan Corona
Bupati Semarang Minta Ujian Sekolah Digelar Daring, Ngesti: Tatap Muka Hanya bagi Siswa Susah Sinyal
Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha meminta pelaksanaan penilaian akhir tahun (PAT) sekolah di wilayah tersebut dilakukan secara daring.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha meminta pelaksanaan penilaian akhir tahun (PAT) sekolah di wilayah tersebut dilakukan secara daring. Hal itu dilakukan menyusul kenaikan angka kasus Covid-19 di Bumi Serasi.
Ngesti mengatakan, permintaan ini disampaikan berdasarkan hasil evaluasi serta monitoring penanganan pandemi Covid-19.
Di Kabupaten Semarang, ada empat kecamatan yang kembali menjadi zona merah Covid-19, meliputi Kecamatan Bergas, Tuntang, Pabelan, dan Bancak.
"Maka, saya perintahkan, PAT dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP sederajat agar dilakukan secara daring, baik sekolah negeri maupun swasta. Sekarang, zona dengan tinggi rasio penyebaran Covid-19 mencapai 0-1,8," terangnya, Rabu (2/6/2021).
Baca juga: Target Disdukcapil Kabupaten Semarang: 30 Desa Bisa Nikmati Kemudahan Akses Layanan Adminduk
Baca juga: PPDB 2021 Kota Semarang Dibuka Akhir Juni, Calon Peserta Didik Diminta Cek Data Terlebih Dahulu
Baca juga: Wisata di Empat Kecamatan Ini Ditutup Sementara, Dispar Kabupaten Semarang: Masuk Zona Merah
Ngesti menegaskan, untuk sekolah yang terletak pada wilayah kategori susah sinyal, diperbolehkan melakukan PAT secara tatap muka atau offline dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
Ia menambahkan, sebelum melakukan PAT offline, sekolah harus berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mulai dari desa/keluhan sampai tingkat kecamatan.
"Kemudian, catatan lain, daerah setempat tidak ada warga terpapar Covid-19. Jika sebaliknya, sebaiknya kegiatan PAT ditunda," katanya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang Ani Rahardjo menyatakan, jumlah warga terpapar virus Corona sampai Rabu ini mencapai 11.275 kasus.
Sebanyak 80 orang sedang dilakukan perawatan medis.
Kemudian, 358 orang tengah menjalani isolasi mandiri. Sementara, warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat positif Corona sejumlah 435 orang.
"Yang sedang menunggu hasil laboratorium karena dari pemeriksaan awal diketahui suspek Covid-19, ada sebanyak 23 orang. Kami terus ingatkan masyarakat agar memakai masker, mencuci tangan, dan senantiasa menjaga jarak," ujarnya. (*)
Baca juga: Karyawan Swasta asal Jember Ditangkap Polisi di Purbalingga, Diamankan Bersama 14,44 Gram Sabu
Baca juga: Wow! Wahana Umbul Ponggok Klaten Kini Dilengkapi Flying Board, Terbang di Atas Air Bak Ironman
Baca juga: Jelang Laga Kontra Thailand, Shin Tae-yong Pulangkan Nurhidayat Haris. Alasannya, Indisipliner