Breaking News:

Penanganan Corona

42 Desa Zona Merah di Kudus Bakal Di-lockdown, Bupati: Wisata Tutup, Tamu Wajib Bawa Surat Negatif

Bupati Kudus HM Hartopo menyiapkan mikro zonasi bersama Satgas Penanganan Covid-19 dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kudus.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Hartopo, saat masih menjabat Plt Bupati Kudus, memberi keterangan kepada awak media, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus fokus menangani Covid-19 hingga ke lingkungan RT dan RW pasca-lonjakan kasus yang terjadi dalam sebulan terakhir.

Bupati Kudus HM Hartopo menyiapkan mikro zonasi bersama Satgas Penanganan Covid-19 dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kudus.

"Kami fokus melakukan pembatasan tamu yang berkunjung dari luar kota," jelas dia, dalam zoom meeting bersama Tribun Forum bertema 'Memutus Penularan Covid-19 di Kudus', Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Ganjar Temukan Pelanggaran di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Pasien Covid-19 Ditunggui Keluarganya

Baca juga: Bupati Kudus Kecewa Warga Mulai Abai Prokes, Hartopo: Padahal Lonjakan Kasus Jadi Perhatian Nasional

Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Resepsi Pernikahan di Tiga Tempat di Jekulo Kudus Dibubarkan

Baca juga: Kades dan Dua Puluhan Warga di Loram Kulon Kudus Positif Covid, Akses Masuk Desa Dipalang

Pihaknya mendata, terdapat sedikitnya 42 desa yang masuk ke dalam zona merah. Terhadap desa-desa itu, pihaknya bakal menerapkan semi lockdown.

"Pengunjung dari luar harus diseleksi, pengunjung yang tidak membawa surat bebas Covid tidak boleh masuk," ucapnya.

Menurutnya, akses masuk ke lingkungan warga sudah diberi portal, lengkap dengan penjagaan ketat.

Penyekatan, kata dia, juga dilakukan di tempat-tempat wisata untuk mencegah pengunjung datang ‎dari luar kota.

"Tempat wisata kami tutup untuk mencegah lonjakan kasus," ucapnya‎.

Hartopo mengingatkan kepada warga masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Dia mengimbau warga tetap memakai masker saat di luar rumah, menjaga jarak, dan menjauhi adanya kerumunan.

Baca juga: Tiba-tiba Banjir Datang, Triyono Terseret Arus saat Mancing di Sungai Logawa Banyumas

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 2 Juni 2021: Rp 998.000 Per Gram

Baca juga: Jadwal Film Bioskop Purbalingga Hari Ini, Rabu 2 Juni 2021: Ada Cruella yang Dibintangi Emma Stone

Baca juga: Jadwal Film Bioskop Purwokerto Hari Ini, Rabu 2 Juni 2021: Ada The Conjuring

Pasalnya, menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kudus dipicu kurangnya kedisiplinan warga menerapkan protokol kesehatan.

"Lonjakan ini terjadi karena kedisiplinan masih kurang‎. Makanya, saya minta jangan abaikan prokes," ujarnya. (Raka F Pujangga)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved