Breaking News:

Teror Virus Corona

Termakan Hoaks Vaksin Tidak Halal, Lansia di Tengaran Kabupaten Semarang Tolak Vaksinasi Covid-19

Sebanyak 7.600 warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menolak divaksin Covid-19.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Plt Camat Tengaran Seno Wibowo (tengah) memimpin rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19 bersama kades dan bidan di Aula Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (24/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Sebanyak 7.600 warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menolak divaksin Covid-19. Diduga, penolakan terjadi lantaran mereka termakan berita bohong atau hoaks.

Kepala Puskesmas Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang dr Aswindar Adi Gumilang mengatakan, total warga lansia di kecamatan tersebut tercatat 9 ribu orang.

Hingga Senin (24/5/2021), jumlah lansia yang telah disuntik vaksin baru mencapai 1.400 orang.

"Mestinya, capaian kami bisa lebih dari angka sekarang. Tetapi, faktanya, banyak warga lansia menolak divaksin. Mereka terpengaruh hoaks sehingga tidak bersedia (divaksin)," terang Aswindar dalam rapat koordinasi bersama Kades dan Bidan di Aula Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin.

Baca juga: Data DKK Semarang: 20 Lansia Terpapar dan Meninggal Pasca Ikuti Vaksinasi, Kategori Komorbid

Baca juga: Enam Pasar Tradisional di Kabupaten Semarang Mulai Terapkan E-Retribusi, Ngesti: Cegah Kebocoran

Baca juga: Begini Cara Siswanto Curi Kabel Telkom di Kabupaten Semarang, Dua Pelaku Lainnya Masih Buron

Yang memprihatinkan, kata Aswindar, informasi palsu itu datang dari oknum tokoh masyarakat yang meragukan kehalalan bahan baku pembuatan vaksin Covid-19.

Padahal, pascalibur Lebaran 2021, angka kasus penularan virus Corona di Kecamatan Tengaran mengalami kenaikan bahkan berpotensi menjadi daerah zona merah apabila tidak segera diantisipasi.

"Saat ini, penularan di angka 45-50 kasus, persentasenya. Dari setiap 10 sampel kontak erat warga positif Corona, 2-3 menunjukkan hasil reaktif Covid-19," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tengaran Seno Wibowo mengatakan, pihaknya bakal memperketat penerapan protokol kesehatan guna mengantisipasi lonjakan kasus corona seusai libur Lebaran.

Diakuinya, dari hasil monitoring, kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan selama Ramadan hingga Idulfitri di tempat ibadah, pasar, dan ruang publik, menurun.

Baca juga: 94 Bangunan di Ngemplak Simongan Kota Semarang Disegel Satpol PP, Berdiri di Lahan Pribadi

Baca juga: BERITA DUKA, Rois Syuriyah MWC NU Semarang Timur KH Sofyan Yusuf Berpulang

Baca juga: Beredar Kabar Arab Saudi Batasi Jemaah Haji dari Luar Negeri, Kemenag: Belum Ada Pemberitahuan Resmi

Baca juga: Tanggapi Pernyataan Bambang Pacul Soal Ambisi Nyapres, Ganjar: Saya Bermedsos Sejak di DPR Kok

"Itu nampak pada kuota. Mestinya, keterisian ruangan publik 50 persen tetapi faktanya lebih, otomatis aturan menjaga jarak kurang dapat diterapkan. Lalu, mulai lupa memakai masker dan mencuci tangan," ujarnya.

Dirinya menyebutkan, Pemerintah Kecamatan Tengaran tidak melarang aktivitas masyarakat, semisal kegiatan budaya atau tradisi syawalan maupun pesta pernikahan.

Sayangnya, kelonggaran ini membuat warga juga menurunkan standar dalam menerapkan protokol kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved