Berita Semarang
BERITA DUKA, Rois Syuriyah MWC NU Semarang Timur KH Sofyan Yusuf Berpulang
Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Semarang Timur, KH Sofyan Yusuf, berpulang, Minggu (23/5/2021) malam.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Semarang Timur, KH Sofyan Yusuf, berpulang.
Alumni Futuhiyyah Suburan Mranggen tersebut wafat, Minggu (23/5/2021) malam, pada usia 57 tahun.
Meninggalnya warga Jalan Kebonarum, Kampung Brondongan, Kelurahan Kebonagung, Semarang Timur, itu menimbulkan duka mendalam.
"Bapak wafat tadi malam pukul 20.50 WIB di Rumah Sakit (RS) Kariadi Semarang. Di paru-parunya ada bercak tapi hasil tes antigennya negatif," kata Shofwatin Nisfah (28), putri Kiai Sofyan.
Baca juga: Kembangkan Wisata Religi, Pemkot Semarang Berencana Tata Makam KH Sholeh Darat di Bergota
Baca juga: Ekspor Motor Bodong Digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dari Pati Dikirim ke Timor Leste
Baca juga: Lila Sudah Tergeletak Dekat Pintu Kamar Kos, Ini Penyebab Meninggalnya Penjual Mainan di Semarang
Baca juga: Klaster Keluarga Mendominasi Kasus Covid-19 di Kota Semarang, Hendi Contohkan Hal Ini
Shofwatin lantas memaparkan, berpulangnya ayahanda ke rahmatullah merupakan hal tak disangka-sangka keluarga.
Ia berucap, baru sebentar ayahanda mengalami batuk. Pihak keluarga lantas membawanya ke rumah sakit.
Namun, ketika sampai di IGD, Kiai Sofyan sudah dinyatakan meninggal dunia.
"Saya, tadi malam, ikut mengantarkan bapak. Kemungkinan, meninggal ketika perjalanan menuju IGD itu.Bapak tidak memberikan pesan apa-apa kepada kami. Saya tanya ibu, juga tidak ada pesan dari Bapak," tuturnya.
Ratusan pelayat datang silih berganti di rumah duka sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB, menjelang jenazah dikebumikan.
Tampak hadir Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang KH Anasom dan beberapa pengurus serta anggota Banser yang turut mengamankan.
Dalam kesempatan itu, KH Anasom memberikan sambutan jelang pemberangkatan jenazah Kiai Sofyan ke tempat peristirahatan terakhir di Jawong, Mranggen, Demak.
Menurut Kiai Anasom, almarhum merupakan sosok pejuang yang konsisten berdakwah sejak masih muda.
Baca juga: Beredar Kabar Arab Saudi Batasi Jemaah Haji dari Luar Negeri, Kemenag: Belum Ada Pemberitahuan Resmi
Baca juga: Tanggapi Pernyataan Bambang Pacul Soal Ambisi Nyapres, Ganjar: Saya Bermedsos Sejak di DPR Kok
Baca juga: Menangi Laga Terakhir di Pekan 38 Liga Italia, AC Milan dan Juventus Lolos ke Liga Champions
Baca juga: Pembunuh Remaja di Kaliwungu Kudus Ternyata Sang Ayah, Tega Setubuhi Anak karena Tak Dilayani Istri
Itulah sebabnya, Kiai Sofyan mendapat amanah menjadi Rois hingga empat periode atau empat kali masa bakti, di kawasan Semarang Timur.
"Sejak masih muda, beliau merupakan pejuang NU di Semarang Timur. Berkali-kali (ditawari) untuk ditarik ke cabang, tidak berkenan. Beliau ingin menggawangi di Semarang Timur ini," ungkap Kiai Anasom.
"Mudah-mudahan, saya dan seluruh pengurus cabang NU menjadi saksi bahwa beliau betul-betul pejuang dakwah, termasuk nguri-uri pengaosan di sini," ujarnya. (*)