Jumat, 12 Juni 2026

Penanganan Corona

Data DKK Semarang: 20 Lansia Terpapar dan Meninggal Pasca Ikuti Vaksinasi, Kategori Komorbid

Sebanyak 19 orang terpapar setelah mendapatkan dosis vaksin pertama dan 1 orang terpapar setelah mendapat dosis vaksin kedua. 

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
ILUSTRASI - Petugas Puskesmas Mangkang melakukan vaksinasi Covid-19 kepada lansia di pendopo rumah Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, Selasa (9/3/2021). Petugas puskesmas melakukan jemput bola ke daerah untuk memfasilitasi lansia yang tidak bisa datang ke puskesmas karena keterbatasan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak 20 orang di Kota Semarang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Mereka terpapar Covid-19 seusai mendapatkan suntikan vaksin. 

Kepala DKK Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, mereka meninggal karena terpapar Covid-19.

Namun nahas mereka tidak tertolong.

Mereka dari kalangan lansia yang memiliki penyakit komorbid atau penyerta. 

Sebanyak 19 orang terpapar setelah mendapatkan dosis vaksin pertama dan 1 orang terpapar setelah mendapat dosis vaksin kedua. 

Baca juga: Jalan Depok Jadi Pilot Project Smart Pendestrian Kota Semarang, Begini Gambarannya

Baca juga: Begini Suasana Tradisi Syawalan di Pesisir Semarang, Makan Bersama Selepas Puas Mandi di Pantai

Baca juga: Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Sambel Tempe, Bantu Pewarta Kaitannya Publikasi Pimpinan Daerah

Baca juga: Orangtua Arifin Menangis Histeris Saat Anaknya Digelandang Polisi, Bobol Rumah Tetangga di Semarang

"Mereka terpapar, tidak tertolong."

"Lansia dengan komorbid," sebut Hakam kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (20/5/2021).

Adanya kasus tersebut menjadi bahan evaluasi bagi DKK Semarang.

Pihaknya tentu akan mempelajari lebih dalam mengenai vaksinasi lansia.

Semisal, lansia harus ada rekomendasi dari dokter spesialis apakah mereka layak divaksin atau sebaliknya.

Di sisi lain, lansia harus dilakukan swab antigen untuk memastikan dalam tubuhnya benar-benar tidak mengandung virus sebelum dilakukan vaksinasi. 

"Nanti kami pelajari."

"Lansia harus ada rekomendasi dari dokter spesialis."

"Kedua, dilakukan swab antigen supaya di dalam yubuh lansia kondisinya benar-benar tidak mengandung virus," ujarnya. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved