Breaking News:

Berita Semarang Hari Ini

Enam Pasar Tradisional di Kabupaten Semarang Mulai Terapkan E-Retribusi, Ngesti: Cegah Kebocoran

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, pada periode awal ini pungutan retribusi pasar secara elektronik masih terbatas di enam pasar tradisional.

TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Bupati Semarang Ngesti Nugraha meresmikan penerapan e-Retribusi di Plaza Pasar Bandarjo, Kabupaten Semarang, Senin (3/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Untuk mencegah kebocoran pungutan retribusi di pasar-pasar tradisional, Pemkab Semarang mulai tahun ini menerapkan e-Retribusi.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, pada periode awal ini pungutan retribusi pasar secara elektronik masih terbatas pada enam pasar tradisional.

Meliputi Pasar Bandarjo, Pasar Karangjati, Pasar Babadan, Pasar Suruh, Pasar Sumowono, dan Pasar Warung Lanang Ambarawa.

Baca juga: 13 Perusahaan di Jateng Bakal Cicil Pembayaran THR, Terbanyak Ada di Kota Semarang

Baca juga: Minimarket di Tlogosari Kulon Semarang Dibobol, Maling Panjat Pohon Mangga, Masuk Lewat Ventilasi

Baca juga: Ganjar Pranowo Kunjungi Rusun Ambarawa Semarang, Celetuk Seorang Warga: THR Kapan Dibayar, Pak?

Baca juga: Ganjar Kunjungi Dua Rusun Buruh di Semarang, Bagikan Sembako Hingga Mendata Korban PHK

"Ke depan secara bertahap akan dilakukan di 33 pasar tradisional yang ada."

"Sebelumnya juga telah dilakukan ujicoba e-Retribusi secara terbatas bagi puluhan pedagang di Pasar Bandarjo pada 2019," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (3/5/2021).

Dia menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pemungutan retribusi secara elektronik tersebut tidak lain untuk menekan kebocoran dana.

Sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). 

Ngesti menyatakan, inovasi e-Retribusi juga dalam rangka mengurangi kontak langsung petugas pemungut dengan pedagang guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Pembayaran retribusi secara elektronik non tunai itu akan menyasar 3.692 pedagang yang berniaga di enam pasar itu,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Heru Cahyono menjelaskan, penerapan e-Retribusi diharapkan dapat melayani sekira 12 ribu pedagang.

Heru mengungkapkan, untuk perangkat pendukung serta kartu e-Retribusi dikerjasamakan dengan Bank Jateng agar memudahkan penghitungan angka potensi retribusi secara tepat.

"Kami berharap adanya e-Retribusi keuangan daerah melalui pungutan dapat meningkat sehingga kesejahteraan masyarakat juga demikian," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Makin Dimatangkan Pemkab Blora, Rencana Maskapai Wings Air Mendarat di Bandara Ngloram Cepu

Baca juga: Petugas Temukan Kerupuk Mengandung Bahan Kimia Berbahaya di Pasar Jepon Blora, Curiga dari Warna

Baca juga: Mengapa Justru Lebih Banyak yang Keluar Jateng di Masa Larangan Mudik? Ini Analisis Ganjar Pranowo

Baca juga: Awas Muncul Prepegan Penyakit Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Lakukan Ini

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved