Breaking News:

Berita Kriminal

Bermodal Baju Polisi dan Mengaku Berpangkat Iptu, Warga Batang Tipu 2 Wanita Kendal

Warga Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, BP (38), ditangkap Satreskrim Kendal setelah memperdaya dua wanita Kaliwungu, Kendal

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
BP (38), warga Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, dalam gelar perkara di Mapolres Kendal, Selasa (18/5/2021). BP diringkus Satreskrim Polres Kendal setelah menipu dua korban dengan cara mengaku sebagai Polisi berpangkat Iptu yang bertugas di Polda Jateng. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Warga Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, BP (38), ditangkap Satreskrim Kendal setelah memperdaya dua wanita asal Kaliwungu, Kendal.

Untuk memudahkan aksinya, BP mengaku sebagai polisi berpangkat Iptu yang bertugas di Polda Jawa Tengah.

Dua korban BP, masing-masing DF (21) dan RZ (46), mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Wakapolres Kendal Kompol Donny Eko Listianto mengungkapkan, BP sebenarnya karyawan swasta.

Ia ditangkap setelah korban DF melaporkan penipuan yang dilakukan BP hingga menyebabkan sejumlah uang dan perhiasannya raib.

Baca juga: Pengelola Pantai Ngebum Kaliwungu Kendal Sampai Tutup Gerbang, Akibat Pengunjung Membludak

Baca juga: Inilah Wajah Pembunuh Sadis di Kendal, Bunuh Ibu Mertua dan Kakak Ipar, Sakit Hati Saat Minta Maaf

Baca juga: Sampah TPA Darupono Kendal Kembali Terbakar, Petugas Gabungan Berjibaku Selama Empat Hari

Baca juga: Petugas Patroli Bakal Sisir Jalur Tikus di Kendal, Awasi Pemudik Hindari Pos Penyekatan

Kompol Donny menerangkan, penipuan yang dilakukan BP terjadi secara berkelanjutan sejak 6-11 April 2021. Kepada korban, BP berjanji menikahi dalam waktu dekat.

Untuk meyakinkan korban, BP membeli baju polisi berpangkat Iptu, di Yogyakarta. Baju tersebut dibawa terus di dalam mobil untuk mengelabuhi korban.

"Penipuan secara berkelanjutan itu dilakukan dengan cara membujuk rayu, tipu muslihat dan berkata bohong kepada korban. Hingga korban bersedia menyerahkan uang dan perhiasannya dengan iming-iming akan dinikahi," terang Wakapolres saat gelar perkara di Mapolres Kendal, Selasa (18/5/2021).

BP juga mengaku sebagai lulusan Akademi Kepolisian dan berstatus duda.

Atas laporan dari korban yang merasa ditipu karena tak kunjung dinikahi, BP diringkus pada 26 April.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved