Berita Jawa Tengah
Sampah TPA Darupono Kendal Kembali Terbakar, Petugas Gabungan Berjibaku Selama Empat Hari
Tak adanya penanganan khusus pada TPA Darupono lama membuat sampah semakin menggunung hingga terjadi kebakaran.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pemkab Kendal kini tengah berupaya menyelesaikan persoalan sampah yang kian menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA).
Bahkan, Pemkab Kendal bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun TPA baru berbasis sanitary landfill di atas lahan seluas 5,7 hektare di Jalan Boja-Kaliwungu, Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan.
Hanya saja, pembangunan TPA baru itu masih meninggalkan permasalahan pada TPA lama yang berbasis open dumping.
Bahkan, tak adanya penanganan khusus pada TPA Darupono lama membuat sampah semakin menggunung hingga terjadi kebakaran.
Baca juga: Ini Aturan Resmi Pelaksanaan Salat Idulfitri di Kendal, Sekda: Sesuai Arahan Kemenag
Baca juga: Petugas Patroli Bakal Sisir Jalur Tikus di Kendal, Awasi Pemudik Hindari Pos Penyekatan
Baca juga: Kurir Narkoba Ditangkap di Kendal, Disebut Pesanan Sahabatnya di Lapas Kedungpane Semarang
Baca juga: Tak Hanya Rusak, Banyak Hydrant yang Tertutup Lapak Pedagang, Hasil Pengecekan Satpolkar Kendal
Pada 2021 ini, TPA Darupono lama mengalami kebakaran kembali akibat terjadinya pembakaran gas metana di bagian bawah tumpukan sampah.
Beberapa OPD terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran, DLH, dan DPUPR berjibaku memadamkan api selama 4 hari.
Dua tim pemadam kebakaran beserta armadanya dan 4 unit mobil tangki air dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak meluas dan berdampak pada aktivitas warga sekitar.
Dua alat berat jenis excavator backhoe turut dikerahkan untuk menggali tumpukan sampah agar tim pemadam kebakaran bisa memadamkan sumber api dari dalam tumpukan sampah.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal, Tony Ari Wibowo mengatakan, upaya pemadaman sudah dilakukan untuk mengatasi bahaya kebakaran yang terjadi.
Hanya saja, keterbatasan alat, sarana dan pra sarana membuat pemadaman tidak bisa maksimal 100 persen.
Artinya, pemadaman yang dilakukan beberapa hari tidak menjadi solusi utama dalam mengatasi permasalahan sampah.
Kata Tony, dimungkinkan bakal terjadi kebakaran sampah akibat pembakaran gas metana kembali ke depan mengingat cuaca kemarau baru dimulai.
"Kemarin sudah kami lakukan upaya pemadaman dengan menerjunkan dua tim pemadam."
"Terdiri dari 20 orang dibantu dari DLH dan DPUPR," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (6/5/2021).
Siagakan Armada Pemadam Kebakaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tpa-darupono-kendal-terbakar-2.jpg)