Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Tak Hanya Rusak, Banyak Hydrant yang Tertutup Lapak Pedagang, Hasil Pengecekan Satpolkar Kendal

Berdasarkan data, ada 117 kasus kebakaran di Kabupaten Kendal sepanjang 2020 sehingga pada 2021 ini harus diantispasi sedini mungkin.

TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Petugas mengecek hydrant di Pasar Kota Kendal, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Petugas pemadam kebakaran pada Satpolkar Kabupaten Kendal melakukan pengecekan 48 titik hydrant yang tersebar di gedung perkantoran dan pasar tradisional.

Upaya ini sebagai langkah antisipatif petugas memasuki musim kemarau untuk memastikan semua hydrant berfungsi.

Dengan harapan, hydrant yang sudah terpasang bisa dioptimalkan manakala terjadi bencana kebakaran.

Baca juga: Bupati Kendal Minta Kades dan Camat Lebih Tegas, Banyak Warga Tak Patuh Prokes di Tempat Ibadah

Baca juga: Sekolah Tambahan Penyelenggara PTM Masih Tunggu Vaksin, Ini Jadwal Vaksinasi Guru di Kendal

Baca juga: Baru 20 Persen, Capaian Vaksinasi Tahap Kedua di Kendal, Sasaran Lansia dan Petugas Pelayan Publik

Baca juga: Ekskavasi Tahap Pertama Rampung, Candi Boto Tumpang di Kendal Ditimbun Tanah Lagi. Ini Tujuannya

Kasi Operasional dan Pengendalian Kebakaran Satpolkar Kabupaten Kendal, Ria Listianasari mengatakan, hasil pengecekan ditemukan beberapa hydrant tidak berfungsi optimal.

Termasuk satu hydrant di wilayah Kantor Setda Kabupaten Kendal.

Ria menjelaskan, di lingkungan Setda terdapat 3 hydrant.

Dua di antaranya di depan Kantor Kesbangpol dan Bagian Protokol dalam keadaan baik.

Sedangkan di Gedung C dalam kondisi tak berfungsi.

"Bahkan kotak tempat peralatan tampak kosong."

"Padahal kotak ini harusnya ada peralatan seperti sekrup untuk membuka hydrant ketika akan digunakan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (30/4/2021).

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved