Breaking News:

Penanganan Corona

Bupati Kendal Minta Kades dan Camat Lebih Tegas, Banyak Warga Tak Patuh Prokes di Tempat Ibadah

Bupati Kendal: momentum Lebaran, tidak boleh menimbulkan peningkatan kasus Covid-19 di Kendal yang sudah semakin melandai.

TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyayangkan masih banyak masyarakat tidak patuh protokol kesehatan saat menggelar ibadah bersama.

Padahal, pemerintah telah melonggarkan aktivitas masyarakat dalam berkegiatan dengan catatan wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kata Dico, ia sendiri sudah menemukan hal itu di beberapa tempat ibadah di Kabupaten Kendal.

Khususnya di masjid-masjid besar dengan jamaah yang lebih banyak.

Baca juga: Jelang Lebaran, Dinkes Kendal Siapkan 1000 Reagen Tes Rapid di Pusat Keramaian dan Perbelanjaan

Baca juga: Sekolah Tambahan Penyelenggara PTM Masih Tunggu Vaksin, Ini Jadwal Vaksinasi Guru di Kendal

Baca juga: Baru 20 Persen, Capaian Vaksinasi Tahap Kedua di Kendal, Sasaran Lansia dan Petugas Pelayan Publik

Baca juga: Balita Asal Desa Johorejo Kendal Ini Disebut Kurang Gizi, Hasil Cek Ulang Petugas Puskesmas Gemuh II

"Ibadah di luar rumah (tempat ibadah-red) memang sudah diperbolehkan, tetapi ada beberapa syarat, termasuk tidak mengabaikan prokes."

"Di sini, kami masih menemukan dan hampir merata prokes yang tidak diterapkan terutama jaga jarak," terang Dico kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (28/4/2021) di Pendopo Tumenggung Bahurekso.

Bupati berharap agar pemerintah kecamatan dan desa dapat memperhatikan hal ini lebih serius lagi.

Tak hanya pelaksanaan ibadah Ramadan, juga saat momen Lebaran yang dimungkinkan terjadi perkumpulan masyarakat dalam jumlah banyak. 

Momentum tersebut, kata Dico, tidak boleh menimbulkan peningkatan kasus Covid-19 di Kendal yang sudah semakin melandai.

Dia pun mengajak Camat, Kades, dan ketua RT serta RW agar bisa menegakkan aturan secara lebih serius.

Dia berharap, adanya lonjakan kasus Covid-19 yang dialami negara lain tidak sampai Indonesia.

Sehingga diperlukan pembatasan dan penegakan agar masyarakat tidak abai terhadap pandemi Covid-19.

"Kepada Kades dan Lurah termasuk RT serta RW harus mengawasi apabila ditemukan warga yang hadir dari luar untuk dilakukan karantina."

"Setidaknya selama 5 hingga 7 hari," tegasnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Muncul Klaster Covid-19 di Ponpes, Kemenag Kota Tegal: Berawal dari Seorang Santri Pulang ke Rumah

Baca juga: Keputusan Final! Alun-alun Kota Tegal Tidak Digunakan untuk Salat Idulfitri, Berikut Alasannya

Baca juga: Praktik Esek-esek di Pemalang Tetap Buka saat Ramadan, Aini: Pintunya Saja yang Tutup, Layanan Jalan

Baca juga: Diingatkan Lagi, Tempat Pijat dan Karaoke di Pemalang Dilarang Beroperasi Hingga H+3 Lebaran

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved