Breaking News:

Berita Kendal

Ekskavasi Tahap Pertama Rampung, Candi Boto Tumpang di Kendal Ditimbun Tanah Lagi. Ini Tujuannya

Petugas penggalian, bersama warga sekitar, menimbun kembali Candi Boto Tumpang agar bangunan candi tetap terjaga, setelah ekskavasi pertama rampung.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Pekerja menutup kembali galian Candi Boto Tumpang di Rowosari Kendal seusai penelitian tahap pertama selesai dilakukan, Minggu (25/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Tim Penelitian pada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merampungkan ekskavasi (penggalian) tahap pertama Candi Boto Tumpang yang ditemukan di Dusun Boto Tumpang, Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, Kendal.

Minggu (25/4/2021), petugas penggalian, bersama warga sekitar, mulai menimbun kembali candi menggunakan tanah, agar bangunan candi tetap terjaga.

Anggota tim penelitian Agus Tri Hastaryo mengatakan, penutupan kembali bangunan candi memerlukan waktu dua hari.

Pihaknya menggunakan karung (sak) sebagai pembatas bangunan candi dengan urugan tanah.

Tujuannya, mempermudah proses penggalian kembali manakala hendak dilakukan penelitian lanjutan atau dipugar.

"Pengurugan dilakukan karena penelitian tahap pertama selesai. Kami sudah gali bagian sisi timur candi selama 20 hari terakhir. Hasil temuannya, kami teliti di laboratorium," terangnya.

Baca juga: Bangunan Candi Ditemukan di Rowosari Kendal, Diduga Peninggalan Era Sebelum Kerajaan Mataram Kuno

Baca juga: Satlantas Polres Kendal Aktifkan Pos Pengawasan, Lokasinya di Rest Area Tol Batang-Semarang

Baca juga: Balita Asal Desa Johorejo Kendal Ini Disebut Kurang Gizi, Hasil Cek Ulang Petugas Puskesmas Gemuh II

Baca juga: Awas, Ada Sanksi bagi ASN di Kendal yang Nekat Mudik Lebaran ke Luar Wilayah Aglomerasi

Kata Agus, dari hasil penelitian tahap pertama ditemukan dua sektor candi diduga dalam satu komplek di Dusun Boto Tumpang.

Selain itu, juga ditemukan pagar pembatas yang terbuat dari tumpukan batu bata, diduga pembatas sebuah pendopo komplek candi.

Hasil yang ditemukan pada penggalian tahap pertama ini akan menjadi dasar penelitian sepanjang 2021.

Tim, rencananya kembali melakukan penelitian dan penggalian di sisi selatan candi pada 2022 mendatang.

"Saat ini, penggalian diperkirakan baru seperempatnya saja. Nanti akan dilanjutkan untuk mengambil bagian sisi lain," ujarnya.

Diketahui, bangunan peninggalan sejarah di Desa Karangsari itu ditemukan pada 2018 lalu.

Bangunan tersebut diperkirakan peninggalan zaman kerajaan Kalingga atau Ho Ling pada abad 7. Jelasnya, sekitar tahun 630 masehi, sebelum era Mataram Kuno.

Baca juga: Hanura Usulkan 2 Nama untuk Isi Kursi Bupati Kudus, Keduanya Kader Partai

Baca juga: Catat, Hasil Negatif Rapid Tes untuk Naik KA Jarak Jauh Kini Hanya Berlaku 1x24 Jam

Baca juga: Video Seorang Wanita Emosi Menunjuk Petugas Berseragam Polhut Viral di Batang, Ini Duduk Perkaranya

Baca juga: Butuh Bantuan, Bayi Maulana asal Coprayan Pekalongan Tak Miliki Anus dan Harus Jalani Operasi

Tim Puslitarkenas rencananya melakukan penelitian selama 3 tahun untuk mengetahui struktur bangunan secara utuh.

Setelah itu, bangunan sejarah bisa dipugar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kendal. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved