Breaking News:

Berita Kendal

Bangunan Candi Ditemukan di Rowosari Kendal, Diduga Peninggalan Era Sebelum Kerajaan Mataram Kuno

Bangunan diduga candi peninggalan era Hindu-Budha 630 Masehi ditemukan di Kendal. Kemendikbud pun melakukan penggalian di dua titik.

TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Pekerja menggali diduga candi di Dusun Boto Tumpang, Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, Kendal, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggali dua lokasi ditemukannya candi di Dusun Boto Tumpang Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, Kendal.

Bangunan candi tersebut terpendam dalam tanah di pekarangan warga yang diduga merupakan bangunan peninggalan Hindu-Budha era 630 Masehi atau abad ke-7 sebelum Kerajaan Mataram Kuno.

Ketua tim penelitian Puslitarkenas Agustijanto Indrajaja mengatakan, kedua candi tersebut ditemukan pada 2018 lalu.

Saat itu, pihaknya melakukan pencarian dan penelitian peninggalan Hindu-Budha di sepanjang pantai utara Jawa Tengah dari Kabupaten Brebes hingga Rembang.

"Berdasarkan tema besar itu, kami ingin tahu bagaimana pengaruh Hindu-Budha di Jateng. Caranya, survei dan menentukan beberapa lokasi yang diduga kuat terdapat peningggalan budaya. Pada 2018 mulai masuk di Kendal dan menemukan dua lokasi berjarak 200 meter," terangnya, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Awas, Ada Sanksi bagi ASN di Kendal yang Nekat Mudik Lebaran ke Luar Wilayah Aglomerasi

Baca juga: Satgas Desa Hingga Tingkat RT Wajib Data Pemudik, Masuk Kendal Wajib Sertakan Bukti Tes Antigen

Baca juga: Terobos Palang Perlintasan KA saat Hendak Ngaji, Warga Kaliwungu Kendal Tewas Tertabrak Kereta

Baca juga: Tadarus Alquran ala Pemkab Kendal, Serentak 1 Jam 1 Juz setiap Hari

Kata Agustijanto, di salah satu titik, bagunan candi berupa tumpukan batu bata (boto tumpang) dengan luas perkiraan 24x24 meter persegi dan ketinggian mencapai 3-4 meter mulai digali pada 2019.

Penggalian sempat terhenti pada 2020 karena terdampak pandemi Covid-19. Sehingga, diteruskan pada 2021, mulai 7-26 April.

Agustijanto menjelaskan, awal mula penemuan titik lokasi candi diperkirakan seluas 12x12 meter persegi.

Setelah dilakukan penggalian, hingga sampai ke lantai candi menjadi lebar dua kali lipat.

"Bentuk candi ada tangga masuk, ketinggian dari lantai hampir 3 meter. Karena di bagian pesisir pantai kebanyakan candi berupa boto tumpang," ujarnya.

Ia menjelaskan, candi boto tumpang hingga kini masih dalam tahap observasi.

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved