Breaking News:

Berita Viral

Video Seorang Wanita Emosi Menunjuk Petugas Berseragam Polhut Viral di Batang, Ini Duduk Perkaranya

Video perdebatan sejumlah warga dengan seorang berseragam polisi hutan (Polhut) viral di media sosial warga di Batang.

tangkap layar video viral di media sosial
Video seorang wanita berdebat dengan seorang polhut viral di media sosial di Batang. Hasil penelusuran, peristiwa itu terjadi di Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Batang, yang dipicu akses jalan dipagar tembok. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Video perdebatan sejumlah warga dengan seorang berseragam polisi hutan (Polhut) viral di media sosial warga di Batang.

Dalam video yang berdurasi sekitar 4 menitan tersebut, seorang wanita berkerudung merah beserta seorang laki-laki berkaus biru terlihat menyudutkan seorang pria berseragam polhut.

Dari percakapan yang terdengar, mereka tengah memperdebatkan masalah tanah dan akses jalan yang hendak dibangun tembok.

Seorang wanita berkerudung merah didukung laki-laki berkauss biru, bersikukuh bahwa tanah yang hendak dibangun tembok pembatas di lokasi akses jalan itu merupakan miliknya.

Hasil penelusuran, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Baca juga: Kawasan Industri Batang Jadi Percontohan, Ganjar: Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jateng

Baca juga: Gerebek Lokasi Penambangan Ilegal di Brokoh Batang, Tim ESDM Jateng Hanya Dapati 4 Ekskavator

Baca juga: 14 Pelanggar Lalu Lintas di Batang Dapat Surat Tilang Elektronik, Mayoritas Pemotor Tak Pakai Helm

Baca juga: Tak Lama Lagi, Pantai Sigandu Batang Bakal Dilengkapi Wahana Wisata Air Jetski

Saat dikonfirmasi, Lurah Kauman Mugianto membenarkan kejadian di dalam video tersebut.

Namun, Mugianto mengatakan, kejadian tersebut sudah lama dan permasalahan yang diperdebatkan juga telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Iya, itu memang benar. Tapi, kejadiannya sudah lama, pada tahun 2020, sekitar bulan September, kalau tidak salah. Nah, permasalahan itu juga sudah selesai," tuturnya saat dihubungi, Minggu (25/4/2021).

Dia menjelaskan, persoalan tersebut bermula saat perempuan berkerudung merah yang juga seorang notaris itu membeli tanah yang kemudian dibuat kaplingan.

Kemudian, dia berniat membangun dinding untuk menutup jalan yang biasanya digunakan warga.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved