Mudik Lebaran 2021
Mengaku Ingin Belanja ke Mal, Warga Jepara Boleh Melintas saat Tersekat di Pos Genuk Semarang
Petugas gabungan terus melakukan penyekatan kendaraan pemudik di perbatasan timur Kota Semarang di Pos Genuk, Senin (10/5/2021).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Petugas gabungan terus melakukan penyekatan kendaraan pemudik di perbatasan timur Kota Semarang di Pos Genuk di tengah kebijakan larangan mudik Lebaran, Senin (10/5/2021).
Sejumlah kendaraan bernomor polisi luar kota dihentikan petugas. Beberapa kendaraan yang dihentikan pun dapat melanjutkan perjalanan karena tidak melakukan mudik.
Khofif Aqifatul Huda, seorang warga Jepara, diberhentikan petugas saat di Pos Penyekatan Genuk.
Namun demikian, dia dapat melanjutkan perjalanan lantaran tidak melakukan mudik.
Dia mengaku ke Semarang untuk berbelanja di mal atau pusat perbelanjaan.
"Dari Jepara, mau nyandang, beli baju ke Paragon," ucap Khofif saat ditanya petugas, Senin.
Baca juga: Terekam CCTV, Pria Bertopi Masuk Kamar Pemandu Lagu yang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Semarang
Baca juga: Bawa Surat Covid Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang Diamankan
Baca juga: 5 Perusahaan Ingin Mencicil Pembayaran THR, Disnaker Kota Semarang Minta Bersepakat dengan Buruh
Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Kembali Datangi GT Kalikangkung Semarang, Ikut Periksa Kelengkapan Pengemudi
Pantauan Tribunbanyumas.com, petugas menanyakan kelengkapan dokumen para pengendara bernomor polisi luar kota.
Namun, tak semua dari mereka ternyata berasal dari luar kota. Ada warga Kota Semarang namun nomor kendaraan yang ditumpangi memang bernopol luar kota.
Wali Kota Semarang Hendra Prihadi sempat meninjau kegiatan penyekatan di Pos Genuk, Senin.
Saat turut mengecek warga yang tersekat, Hendi, sapaannya, mengingatkan masyarakat terkait larangan mudik. Dia meminta warga bisa menghormati kebijakan tersebut.
"Tidak usah mudik. Sementara, ditahan dulu untuk kebaikan semua. Biasanya, Lebaran harus ke orangbtua, harus ziarah ke eyang. Itu bisa ditunda setelah Lebaran. Yang penting, bisa menahan keinginan kita untuk kepentingan yang lebih besar, Indonesia yang semakin sehat," papar Hendi.
Hendi memaparkan, Pemkot memiliki aplikasi Sidatang untuk pendataan pemudik yang masuk Semarang, baik dari bandara, stasiun, terminal, maupun pos-pos penyekatan, termasuk di lingkungan RW dan RT.
"Hingga dua hari lalu, ada 599 orang yang sudah masuk ke Semarang, tinggal di rumah di saudara atau orangtua," sebutnya.
Menurut Hendi, jumlah itu memang tidak terlalu besar namun secara substansi, ada orang yang mudik dari kota-kota besar, semisal Jakarta dan Surabaya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus 7.505 Orang, Bupati Kebumen Imbau Warga Gelar Salat Idulfitri di Rumah Saja
Baca juga: UPDATE Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora, 5 Oknum Anggota Ormas Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara
Baca juga: Pemkab Kudus Beri Lampu Hijau Salat Id Berjemaah, Kemenag Tunggu Update Zonasi Penularan Covid-19
Baca juga: Polisi Amankan Pisau, Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Bangunsari Kendal Diduga Dipicu Dendam
Dia meminta keluarga mengarantina mereka, 5x24 jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/petugas-gabungan-di-pos-penyekatan-genuk-senin-1052021.jpg)