Breaking News:

Berita Semarang

5 Perusahaan Ingin Mencicil Pembayaran THR, Disnaker Kota Semarang Minta Bersepakat dengan Buruh

Lima perusahaan di Kota Semarang membayar tunjangan hari raya (THR) secara bertahap atau mencicil.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi uang tunai 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Lima perusahaan di Kota Semarang membayar tunjangan hari raya (THR) secara bertahap atau mencicil.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang Sutrisno mengatakan, hal ini diketahui setelah pihaknya meminta perusahaan di Kota Semarang menginformasikan kepada Disnaker mengenai pelaksanaan pembayaran THR melalui http://smg.city/laporthr2021.

Lewat aplikasi tersebut, ada sekitar 150 yang melaporkan terkait pembayaran THR. Dimana, lima di antaranya menyatakan, membayar secara bertahap.

"Kami kirim sistem aplikasi kepada perusahaan untuk diisi. Sejauh ini, ada 150 perusahaan yang telah mengisi dan telah membayar THR secara tunai. Sementara, ada lima perusahaan yang membayar bertahap," paparnya, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: H-7 Lebaran, Disnakertrans Jateng Terima 54 Aduan THR, Ini Tindaklanjutnya

Baca juga: Cuma Diberi THR Rp 50 Ribu, Alasan Mogok Kerja Ratusan Buruh Pabrik Aksesoris Sepatu di Brebes

Baca juga: 13 Perusahaan di Jateng Bakal Cicil Pembayaran THR, Terbanyak Ada di Kota Semarang

Baca juga: Disnakertrans Jateng Ingatkan Pengusaha Segera Bayar THR, Terjunkan 146 Pengawas untuk Awasi

Dia meminta perusahaan yang membayar THR secara bertahap agar membuat kesepakatan dengan pekerjanya. Jika tidak dapat bersepakat, Disnaker akan turun tangan untuk melakukan mediasi. Pihaknya membuka posko aduan mengenai pelaksanaan THR.

"Kalau ada aduan, pekerja dan perusahaan tidak bisa memecahkan persoalan mereka, kami akan melakukan tripartid," tambahnya.

Sebelunya, pihaknya telah mengirimkan surat edaran Menteri Tenaga Kerja dan surat edaran Wali Kota Semarang mengenai pemberian THR Keagamaan bagi pekerja.

Isi surat edaran tersebut di antaranya THR dibayar secara tunai paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.

Sutrisno melanjutkan, Disnaker Kota Semarang bersama Disnakertrans Jawa Tengah juga telah melakukan sidak ke beberapa perusahaan untuk memastikan pencairan THR diberikan sesuai aturan.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Mualim mengatakan, THR paling lambat memang dibayar tujuh hari sebelum hari raya secara penuh.

Baca juga: PSK Buka Praktik di Rumah Warga di Bandungan Banjarnegara, Terbongkar saat Digerebek Satpol PP

Baca juga: Tiba di Rumah Disambut Satgas Jogo Tonggo, 8 Pemudik di Wergu Wetan Kudus Diminta Tes Rapid Antigen

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Andong Ditutup selama Ramadan, Buka Lagi Mulai 14 Mei

Baca juga: Terpantau Satgas Jogo Tonggo di Solo, Sekeluarga Pemudik dari Tangerang Jalani Swab: 2 Positif Covid

Itu anjuran pemerintah agar masyarakat bisa menikmati lebaran. Namun demikian, perlu juga melihat kondisi perusahaan.

"Perusahaan yang tidak memungkinkan, karyawannya sendiri harus bisa memaklumi. Tapi, itu harus didiskusikan bersama antara perusahaan dan karyawan. Jangan sampai sama sekali tidak ada. Yang jelas, kedua belah pihak harus sepakat," terang politisi Gerindra tersebut.

Dia menyarankan, ada perjanjian hitam di atas putih alias perjanjian secara tertulis antara perwakilan karyawan dan perusahaan agar tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan, semisal terjadi kemoloran dengan berbagai alasan. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved