Breaking News:

Lebaran 2021

13 Perusahaan di Jateng Bakal Cicil Pembayaran THR, Terbanyak Ada di Kota Semarang

Menjelang Idulfitri, 13 perusahaan di Jawa Tengah dilaporkan akan mencicil pembayaran tunjangan hari raya (THR) para pekerja.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Menjelang Idulfitri, 13 perusahaan di Jawa Tengah dilaporkan akan mencicil pembayaran tunjangan hari raya (THR) para pekerja.

Padahal, sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menegaskan bahwa THR 2021 untuk pekerja atau buruh, wajib dibayarkan secara penuh dan tidak dicicil.

Lantaran tahun ini berbeda dari tahun lalu, di mana 2020 adalah masa darurat Covid-19 dan tahun ini terhitung sebagai masa pemulihan.

Temuan adanya perusahaan yang mencicil THR tersebut berdasarkan laporan yang masuk di Posko Kartu Prakerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah.

"Di aduan yang masuk, sementara, ada 13 perusahaan yang dilaporkan akan mencicil pembayaran THR," kata Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Disnakertrans Jateng Ingatkan Pengusaha Segera Bayar THR, Terjunkan 146 Pengawas untuk Awasi

Baca juga: Pensiunan PNS, TNI, Polri Juga Dapat THR, Ini Rincian dan Besarannya

Baca juga: Ganjar Pranowo Kunjungi Rusun Ambarawa Semarang, Celetuk Seorang Warga: THR Kapan Dibayar, Pak?

Baca juga: 733 Perusahaan di Kudus Belum Konfirmasi Sanggup Bayar THR, Ini Langkah Pemkab

Ia mengatakan, saat ini, tengah dilakukan pendataan oleh petugas pengawas berkaitan dengan jumlah buruh yang mengadukan perusahaannya.

Berdasarkan laporan tersebut, diketahui, persoalan pembayaran THR berada di delapan kabupaten/kota di Jateng.

Perusahaan yang akan mencicil THR itu rinciannya, di Karanganyar (1 perusahaan), Kudus (1 perusahaan), Sukoharjo (2 perusahaan), Kabupaten Semarang (2 perusahaan), Kota Semarang (3 perusahaan), Boyolali (2 perusahaan), Solo (1 perusahaan), dan Kabupaten Tegal (1 perusahaan).

Sakina menuturkan, saat ini, pihaknya telah mengerahkan petugas pengawas guna menyelidiki perusahaan yang dilaporkan akan mencicil pembayaran THR tersebut.

"Saat ini, kami sedang menindaklanjuti laporan tersebut. Kami juga akan meminta keterangan dari manajer perusahaannya terkait kondisi finansial perusahaan dan kemampuan membayar para pegawainya selama pandemi virus corona ini," katanya.

Berdasarkan surat edaran THR 2021, perusahaan yang mampu, wajib membayar THR pekerja, maksimal H-7 hari raya keagamaan.

Aturannya, bagi perusahaan yang tidak mampu membayar THR, wajib melampirkan bukti laporan keuangan internal perusahaan.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Lebaran, Kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung Meningkat. Terasa Sejak Jumat

Baca juga: Razia Tempat Hiburan Malam, Polres Pati Temukan Dua Pemandu Karaoke di Bawah Umur

Baca juga: Kuswa Menangis, Terjaring Bawa Pemudik di Pos Pam Klonengan Tegal. Sempat Mengaku Takziah Orangtua

Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Kembalikan Uang Pungli Lurah Gajahan ke Pemilik Toko, Modusnya Zakat Fitrah

Selain itu, pihak perusahaan membuka dialog dengan pekerja untuk mencapai kesepakatan tanggal pembayaran THR.

Sakina mengatakan, dispensasi yang diberikan maksimal H-1 hari raya keagamaan. Tidak seperti tahun lalu yang bisa dicicil hingga Desember 2020. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved