Breaking News:

Berita Solo

Wali Kota Solo Gibran Kembalikan Uang Pungli Lurah Gajahan ke Pemilik Toko, Modusnya Zakat Fitrah

Lurah Gajahan Solo berinisial S diduga melakukan pungli bermodus sedekah dan zakat fitrah, kepada sejumlah pelaku usaha di Jalan Dr Radjiman Solo.

KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ditemui seusai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021 di Balai Kota Solo, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Lurah Gajahan Solo berinisial S diduga melakukan pungutan liar (pungli) bermodus sedekah dan zakat fitrah, kepada sejumlah pelaku usaha di Jalan Dr Radjiman Solo. Uang yang terkumpul mencapai Rp 11,5 miliar akhirnya dikembalikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Minggu (2/5/2021).

Gibran mengembalikan uang hasil pungli tersebut didampingi Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryatmo.

Para pemilik toko memberi sumbangan yang diakui untuk tunjangan hari raya (THR) petugas perlindungan masyarakat (linmas) di kelurahan tersebut, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

"Ada 145 toko yang dimintain uang dengan jumlah total Rp 11,5 juta. Hari ini, uangnya dikembalikan satu per satu," kata Gibran di sela-sela mengembalikan uang ke pemilik toko di Jalan Dr Radjiman Solo.

Baca juga: Gali Tanah untuk Pondasi Toko, Tukang BangunanTemukan 24 Granat Nanas dalam Guci di Jebres Solo

Baca juga: Jika Disesuaikan Target, Masih Kurang 11.000 Lansia, Capaian Vaksinasi Masih Rendah di Solo

Baca juga: Bayi Kembar Siam Karanganyar Berhasil Dipisahkan di RSUD Dr Moewardi Solo, Operasi Hampir 4 Jam

Baca juga: Resmi, Alberto Goncalves Gabung Persis Solo, Pemain Naturalisasi Asal Brazil

Menurut dia permintaan uang dengan mengatasnamakan sumbangan sedekah dan zakat tidak diperbolehkan.

Kemudian, surat edaran tentang permohonan sedekah dan zakat fitrah yang dikeluarkan Lurah Gajahan telah menyalahi aturan.

Merujuk surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) No 13 Tahun 2021 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya.

"Besok (Senin), (lurah Gajahan) kami bebas tugaskan," kata Gibran.

Menurut dia, tradisi dengan meminta sumbangan sedekah atau zakat ke toko-toko dengan alasan untuk tunjangan hari raya, tidak dibenarkan.

Menurut dia, pengumpulan zakat, infak dan sedekah sudah ada lembaga terkait, yakni Baznas.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved