Berita Banjarnegara

PSK Buka Praktik di Rumah Warga di Bandungan Banjarnegara, Terbongkar saat Digerebek Satpol PP

Sejumlah PSK digerebek Satpol PP Banjarnegara saat beroperasi di sebuah rumah di Desa Bandungan, Kecamatan Rakit, Banjarnegara, Kamis (6/5/2021).

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Satpol PP Banjarnegara menggerebek rumah diduga untuk praktik prostitusi di Desa Bandungan, Kecamatan Rakit, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Praktik prostitusi ternyata tak marak di perkotaan. Di desa yang jauh dari akses kota pun bisa dijumpai bisnis haram itu.

Mereka memanfaatkan kamar rumah penduduk yang ala kadarnya sebagai lokasi transaksi.

Ini pula yang dilakukan sejumlah pekerja seks komersial (PSK) saat digerebek Satpol PP Banjarnegara di sebuah rumah milik S (51), di Desa Bandungan, Kecamatan Rakit, Kamis (6/5/2021).

Sekilas, tak ada yang aneh dari rumah tersebut. Dari luar, tak ubahnya tempat tinggal. Apalagi, rumah tersebut berada di tengah perkampungan.

Baca juga: Tetap Beramal meski Bisnis Lesu, Pedagang Nasi Goreng di Prendengan Banjarnegara Santuni Anak Yatim

Baca juga: Bupati Banjarnegara Datangkan Tongkang dan Traktor, Bersihkan Eceng Gondok di Telaga Merdada

Baca juga: Inilah Masjid Pemersatu Dua Desa di Banjarnegara, Namanya Masjid At Taqwa, Begini Asal Muasalnya

Baca juga: Amankan Idulfitri, Polres Banjarnegara Siapkan 8 Pos Pengamanan

Tapi, siapa sangka, di dalam rumah sederhana itu, ada beberapa wanita muda yang diduga menjalani praktik prostitusi.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Banjarnegara Mokhamad Santiaji mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari warga adanya dugaan praktik prostitusi di rumah tersebut.

Benar saja, saat digerebek, pihaknya menemukan tujuh orang di dalam rumah. Mereka lantas diamankan.

"Ada tiga laki-laki dan empat perempuan yang kami amankan," ungkapnya, Jumat (7/5/2021).

Saat penggerebekan itu, pihaknya bahkan menemukan satu pasangan bukan suami istri yang sedang berduaan di dalam kamar di rumah tersebut.

Pihaknya juga mendapati dua perempuan mengaku penjaja seks komersial yang mangkal di rumah itu.

Mereka tampak kaget dan panik ketika aparat datang menghampiri.

Santiaji pun menyanyangkan adanya penyalahgunaan tempat tinggal di tengah permukiman untuk praktik prostitusi.

Baca juga: Tiba di Rumah Disambut Satgas Jogo Tonggo, 8 Pemudik di Wergu Wetan Kudus Diminta Tes Rapid Antigen

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Andong Ditutup selama Ramadan, Buka Lagi Mulai 14 Mei

Baca juga: Terpantau Satgas Jogo Tonggo di Solo, Sekeluarga Pemudik dari Tangerang Jalani Swab: 2 Positif Covid

Baca juga: Pemandu Lagu Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Pusponjolo Selatan Semarang, Kamar Sempat Dipenuhi Asap

Tak hanya meresahkan warga tetapi bisnis esek-esek itu beroperasi saat Ramadan.

"Jika tidak kami tindak, bisa menimbulkan dampak sosial di tengah masyarakat yang lebih besar," katanya.

Penyidik Satpol PP Sugeng Supriyadhi mengatakan, tujuh orang yang diamankan tersebut termasuk pemilik rumah. Mereka dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan.

"Mereka selanjutnya akan diperiksa. Jika nanti ditemukan pelanggaran, akan ada tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved