Breaking News:

Berita Semarang

Terekam CCTV, Pria Bertopi Masuk Kamar Pemandu Lagu yang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Semarang

Polisi masih mengungkap kasus kematian pemandu lagu Alif Surani alias Ratna, di kamar kos di Jalan Pusponjolo Selatan, Kota Semarang.

TRIBUNBANYUMAS/Iwan Arifianto
Polisi memasang garis kuning dan melakukan pemeriksaan di kamar kos tempat ditemukannya mayar pemandu lagu, di Jalan Pusponjolo Selatan RT 06 RW 03, Bojongsalaman, Semarang Barat, Jumat (7/5/2021) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polisi masih mengungkap kasus kematian pemandu lagu Alif Surani alias Ratna, di kamar kos di Jalan Pusponjolo Selatan RT 06 RW 03 Bojongsalaman, Kota Semarang.

Satreskrim Polrestabes Semarang kini mencari pria yang terekam kamera pengawas (CCTV) diketahui bersama Ratna, sebelum Ratna ditemukan meninggal.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab meninggalnya Ratna, apakah dibakar atau ada unsur kesengajaan dari korban.

"Kalau melihat kondisi korban, tidak ada luka bakar atau luka karena kebakaran," tutur Indra saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Pemandu Lagu Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Pusponjolo Selatan Semarang, Kamar Sempat Dipenuhi Asap

Baca juga: Bawa Surat Covid Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang Diamankan

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Kembali Datangi GT Kalikangkung Semarang, Ikut Periksa Kelengkapan Pengemudi

Baca juga: 5 Perusahaan Ingin Mencicil Pembayaran THR, Disnaker Kota Semarang Minta Bersepakat dengan Buruh

Indra mengatakan, hasil pemeriksaan, wajah Ratna diketahui menghitam. Namun, dia memastikan, ini bukan luka bar.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari RSUP Dr Kariadi Semarang.

"Kami masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Kariadi apakah korban meninggal karena unsur kekerasan, faktor kebakaran, atau faktor lain," kata dia.

Menurut dia, hasil analisa rekaman CCTV kos, kepolisian mencurigai seorang pria yang terekam memasuki kamar bersama Ratna. Pria tersebut mengenakan jaket dan topi.

"Kami akan berupaya mencari rekaman CCTV lain dan keterangan saksi-saksi," ujarnya.

Indra menuturkan, dari keterangan saksi, ponsel dan dompet milik korban berisi uang Rp 600 ribu, hilang. Ratna tinggal sendiri di kos tersebut selama tiga bulan terakhir.

"Kami akan lakukan pendalaman secara konsisten, siapa yang terakhir bersama korban. Karena saat kemarin malam ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) masih bertemu anak angkat korban," tuturnya.

Baca juga: 228 Pemudik Terpantau Masuk Kota Tegal, 1 Orang Positif Covid-19

Baca juga: Candi Gedongsongo di Bandungan Kabupaten Semarang Tutup saat Libur Lebaran, Bukan Lagi 18 Mei

Baca juga: Casmono Lihat Asap saat Pulang dari Masjid, Gudang Barang Bekas di Kedungwuni Pekalongan Terbakar

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-27 di Purbalingga, 9 Mei 2021

Polisi pun melacak keberadaan ponsel korban lewat signal. Sempat terdeteksi di Kota Semarang, ponsel itu kini diduga berada di kabupaten lain.

Menurut Indra, keterangan dari anak angkat Ratna, korban masih mengirim pesan lewat Whatsapp pada tengah malam sebelum kejadian.

Dia minta dibelikan 50 nasi kotak untuk dibagikan.

Selain itu, pihaknya juga menemukan di kamar kos, celana untuk Lebaran anak Ratna dan beras yang akan dibagikan. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved