Breaking News:

Lebaran 2021

Kasus Covid-19 Tembus 7.505 Orang, Bupati Kebumen Imbau Warga Gelar Salat Idulfitri di Rumah Saja

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengizinkan masyarakat melaksanakan salat Idulfitri secara berjemaah di lapangan atau di masjid.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Kebumen Arif Sugihanto memimpin rapat koordinasi Satgas Covid-19 jelang Ramadan, Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengizinkan masyarakat melaksanakan salat Idulfitri secara berjemaah di lapangan atau di masjid.

Meski begitu, lantaran Idulfitri kali ini masih berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang belum teratasi, Arif mengimbau masyarakat melaksanakan salat Idulfitri di rumah saja.

Bahkan, khusus di perkampungan yang memiliki titik penyebaran Covid-19, salat Id di masjid atau lapangan tidak diizinkan.

Bahkan, masyarakat di zona itu diimbau melaksanakan salat tarawih di rumah.

Baca juga: Pengakuan Mantan TKI Jadi Pecandu Narkoba, Senang Dapat Teman di Kebumen, Bisa Lebih Berhemat

Baca juga: Lurah dan Kepala OPD di Kebumen Wajib Pakai Pakaian Dinas saat Salat Idulfitri, Ini Tujuannya

Baca juga: Sabu Dibungkus Kemasan Permen, Cara Pengedar Narkoba di Kebumen Kelabuhi Petugas

Baca juga: 215 Kg Serbuk Petasan Diledakkan. Ditabur di Pantai Setrojenar Kebumen, Kemudian Dibakar

Warga juga wajib melaksanakan protokol kesehatan dalam pelaksanaan salat Id untuk mencegah penyebaran Covid 19.

"Jadi, petugas salat Idulfitri, baik di masjid atau lapangan, tetap harus menyiapkan protokol kesehatan," jelasnya dalam rilis yang diterima, Senin (10/5/2021).

Arif menyebut, data terkonfirmasi covid di Kebumen sudah mencapai 7.505 orang.

Dari jumlah tersebut, 143 orang masih menjalani isolasi, 321 orang meninggal, dan 6.959 dinyatakan sembuh.

Melihat data ini, Arif menyimpulkan, kasus corona di Kebumen masih cukup tinggi sehingga patut diwaspadai.

Selain itu, Arif meminta seluruh aparat desa kembali mengaktifkan posko Covid-19 hingga tingkat RT/RW. Ini penting untuk mengoptimalkan pendataan dan pengawasan.

Baca juga: UPDATE Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora, 5 Oknum Anggota Ormas Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

Baca juga: Pemkab Kudus Beri Lampu Hijau Salat Id Berjemaah, Kemenag Tunggu Update Zonasi Penularan Covid-19

Baca juga: Polisi Amankan Pisau, Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Bangunsari Kendal Diduga Dipicu Dendam

Baca juga: Asyik, Bioskop Rajawali Purwokerto Sudah Beroperasi. Berikut Jadwal Film yang Ditayangkan Hari Ini

Arif mengingatkan perlunya penanganan serius dengan menerapkan aturan untuk menekan penyebaran kasus corona.

Di antaranya, melalui larangan mudik, takbir keliling, penutupan objek wisata selama tiga hari setelah lebaran dan larangan menggelar hajatan nikahan yang bisa mengundang kerumunan selama tujuh hari setelah Lebaran.

"Kalau hanya untuk ijab kabul, boleh dilaksanakan. Tapi, untuk pesta nikahnya, boleh dilakukan setelah 8 syawal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved