Breaking News:

Berita Banyumas

Pria di Banyumas Tega Bakar Rumah Mantan Istri saat Terlelap dengan Anak Cucu, Ini Penyebabnya

Seorang pria, AH (62), tega membakar rumah yang ditempati mantan istrinya, Darkimah (49), di Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas.

Shutterstock
Ilustrasi tersangka ditahan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Seorang pria, AH (62), tega membakar rumah yang ditempati mantan istrinya, Darkimah (49), di Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Kejadian dipicu sengketa harga gono gini yang belum rampung pasca-perpisahan mereka.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, pelaku mengakui perbuatannya.

Dalam menjalankan aksinya itu, pelaku menggunakan bensin untuk membakar rumah tersebut.

"Pelaku mengaku membakar rumah milik korban dengan menggunakan bensin yang dibeli di pom mini, sebanyak 5 liter," kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-27 di Banyumas, 9 Mei 2021

Baca juga: Masih Banyak Pemudik Lolos Masuk Banyumas, Dishub: Tidak Semua Jalur Tikus Dijaga Petugas

Baca juga: Aksi Ganjar di Jembatan Timbang Ajibarang Banyumas, Memanjat Bak Truk, Cek Muat Barang atau Orang

Baca juga: Begini Keceriaan Anak Yatim Dhuafa di Banyumas, Belanja Bersama Bupati Achmad Husein dan Baznas

Atas perbuatan yang dilakukan itu, pelaku dijerat Pasal 187 KUHP tentang tindak pidana dengan sengaja membakar rumah yang mendatangkan bahaya umum bagi barang atau orang lain dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun penjara.

Kronologi kejadian

Berry mengatakan, peristiwa pembakaran rumah itu terjadi pada Kamis (6/5/2021) dini hari.

Saat kejadian, korban bersama anak dan cucunya berada di dalam rumah, sedang tidur.

Anak Darkimah, Dian (26), saat itu terbangun karena anaknya menangis. Saat sedang mengurusi anaknya itu, ia curiga dengan suara seperti terbakar di depan rumah.

"Dian mendengar suara pretek-pretek seperti ada sesuatu yang terbakar. Kemudian membangunkan ibunya namun oleh ibunya dianggap suara kipas angin," ujar Berry.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved