Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

228 Pemudik Terpantau Masuk Kota Tegal, 1 Orang Positif Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari mengatakan, sedikitnya ada 228 pemudik yang telah tiba di Kota Tegal.

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari (kiri), didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Siti Halamah (kanan) saat ditemui di Kota Tegal, Sabtu (8/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari mengatakan, sedikitnya ada 228 pemudik yang telah tiba di Kota Tegal.

Jumlah ini diketahui dari hasil pendataan dan tes rapid antigen yang dilakukan puskesmas.

Prima mengatakan, begitu pemudik tiba di rumah, mereka langsung diajak ke puskesmas terdekat untuk rapid tes.

Hasilnya, ditemukan satu pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Total pemudik ada 228 orang. Mereka yang diketahui negatif langsung menjalani isolasi mandiri di Rusunawa Kota Tegal," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Impian CG Berlebaran di Rumah Terhalang, Terpaksa Jalani Isolasi 14 Hari di Rusunawa Kota Tegal

Baca juga: Cerita Pemudik Motor Lolos Hingga Pantura Kota Tegal, Bersabar Menunggu Posko Penyekatan Sepi

Baca juga: Hari Pertama Larangan Mudik, Petugas Gabungan Amankan 10 Travel Gelap di Exit Tol Adiwerna Tegal

Baca juga: Pemkot Tegal Larang Warga Gelar Halalbihalal dan Open House Lebaran, Sesuai Surat Edaran Mendagri

Prima menjelaskan, pemudik nekat tetap dalam pemantauan. Petugas Jogo tonggo di tiap RW di Kota Tegal langsung mendata mereka, dan selanjutnya dilaporkan ke kelurahan.

Kemudian, mereka akan diajak ke puskesmas untuk menjalani rapid tes antigen.

"Tetap ada pemantauan pemudik yang nekat. Karena kami juga tidak sendirian. Ada tiga pilar, Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Tegal," ungkapnya.

Prima mengimbau masyarakat tak abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

Karena, meski angka kasus melandai, lonjakan kasus Covid-19 masih mungkin terjadi.

Jangan sampai, karena kelalaian terhadap penerapan protokol kesehatan, justru menimbulkan klaster-klaster baru.

"Kami mengimbau warga tetap jalankan protokol kesehatan di manapun berada. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan meminimalisir mobilitas," imbaunya. (*)

Baca juga: Candi Gedongsongo di Bandungan Kabupaten Semarang Tutup saat Libur Lebaran, Bukan Lagi 18 Mei

Baca juga: Casmono Lihat Asap saat Pulang dari Masjid, Gudang Barang Bekas di Kedungwuni Pekalongan Terbakar

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-27 di Purbalingga, 9 Mei 2021

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-27 di Banyumas, 9 Mei 2021

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved